Perbankan

Sekitar 54 Juta Peserta Tak Aktif, BPJS Kesehatan Sebut Mayoritas Masyarakat Kelas Menengah

Sekitar 54 Juta Peserta Tak Aktif, BPJS Kesehatan Sebut Mayoritas Masyarakat Kelas Menengah
Ilustrasi BPJS Kesehatan/Foto: dok Kompas

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengungkapkan ada sekitar 54 juta peserta BPJS Kesehatan ternyta tidak aktif hingga Juni 2026. Adapun peserta yang paling banyak tidak aktif merupakan peserta dengan penghasilan menengah. “Sampai saat ini yang tidak aktif sekitar 54 juta ya, sampai bulan ini,” kata Direktur Utama BPJS Prihati Pujowaskito dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Kamis (2/7/2026).

Lebih jauh Pujo menjelaskan, bahwa hal tersebut disebabkan masyarakat kelas menengah cenderung menjadikan BPJS Kesehatan sebagai adverse selection. Artinya, mereka mendaftar dan membayar ketika membutuhkan perawatan medis, lalu berhenti membayar iuran setelah sembuh. “Rata-rata ini menjadi semacam adverse selection itu ya. ‘Aduh, kalau nggak sakit ngapain saya bayar sekarang’. Nah, ini kelihatan sekali bagian dari problem semua asuransi sosial di dunia adalah seperti itu,” ujarnya

Diakui Pujo,hal tersebut menjadi tantangan yang harus segera dijawab. “Jadi bagian dari pada problem yang harus kita hadapi bersama-sama adalah adverse selection ini, yang menyebabkan peserta tidak aktif karena menunggu kalau sakit. Ini tantangan yang kita hadapi,” jelasnya.

Lebih lanjut Pujo mengatakan BPJS Kesehatan masih menunggu Perpres pemutihan tunggakan ditandatangani Presiden yang dinilai bakal menambah jumlah peserta aktif BPJS Kesehatan. “Dihapuskan tunggakannya, ini membuat kita bertambah keaktifan peserta, dan dari sisi neraca keuangan kita menjadi bagus,” tuturnya lagi.

Dia mengungkapkan, kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di akhir tahun 2025 telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen penduduk Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun 2024 di mana terdapat 278,1 juta jiwa. BPJS Kesehatan juga mencatat angka pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat sepanjang tahun 2025 telah mencapai 725,3 juta kali. Angka tersebut melonjak cukup tajam jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024 yang mencatatkan 673,9 juta pemanfaatan dalam satu tahun.***

Penulis : Eko Cahyono
Editor   : Eko Cahyono

BERITA POPULER

To Top