JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) melakukan langkah strategis untuk memperkuat peran dan jangkauannya.
Ketua Umum DNIKS, Effendy Choirie, secara resmi melakukan penyegaran organisasi dengan mengangkat Purwanto M Ali sebagai Wakil Ketua Umum DNIKS dan Bursah Zarnubi sebagai Wakil Ketua Badan Penasehat DNIKS.

Gus Choi didampingi jajaran pengurus DNIKS/Foto: Eko
Penunjukan ini menjadi bagian dari upaya DNIKS untuk membesarkan organisasi dan melebarkan sayap kerja di seluruh Indonesia.
Gus Choi-sapaan akrabnya menyebut bahwa tantangan isu sosial ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan soliditas kepemimpinan dan perluasan jejaring yang lebih masif. “Langkah penyegaran ini kami lakukan agar DNIKS semakin besar, geraknya semakin cepat, dan dampaknya semakin luas. Kami ingin DNIKS menjadi rumah bersama bagi lembaga sosial, komunitas filantropi, dan semua pihak yang berbasis pada kesejahteraan sosial serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Penunjukkan wakil ketua umum DNIKS telah disetujui oleh Rapat Badan Pengurus DNIKS pada sore ini. Hadir dalam rapat tersebut, Sekjen DNIKS Sudarto, Waketum DNIKS, Zarman Syah, Rudi Andres, Gufroni Sakaril, Ketua DNIKS A Eko Cahyono, Ali Nurdin, Sudarman, Moch Taruna Aji, Febry Hutabarat, Harpalis dan Anggota Dewan Pakar DNIKS Rasahrul.

Lebih lanjut Gus Choi menjelaskan tiga fokus utama pasca- penyegaran ini. Pertama, memperkuat komunikasi dan koordinasi antar lembaga sosial agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Kedua, membangun kolaborasi dengan lembaga filantropi, baik filantropi keagamaan, korporasi, maupun filantropi komunitas. Ketiga, mendorong program yang langsung menyentuh aspek kesejahteraan sosial dan pemberdayaan, mulai dari desa hingga kota.
Menurutnya, DNIKS tidak bisa bekerja dalam ruang yang tertutup. “Isu kemiskinan, disabilitas, lansia, anak terlantar, dan penguatan ekonomi masyarakat membutuhkan orkestrasi banyak pihak. DNIKS hadir sebagai penghubung, fasilitator, sekaligus penggerak agar program-program itu tidak tumpang tindih, tapi saling menguatkan,” tegasnya.
Menanggapi amanah baru tersebut, Purwanto M Ali menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tugas. Ia menyebut akan fokus pada penguatan struktur organisasi, perluasan jejaring, dan percepatan program lapangan.
“Saya siap menjalankan tugas DNIKS dengan penuh tanggung jawab. Prioritas saya adalah memperluas koordinasi dengan lembaga sosial di daerah, membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan filantropi, dan memastikan program pemberdayaan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Purwanto.
Purwanto menambahkan, DNIKS ke depan harus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Ia mendorong pemanfaatan data, digitalisasi, dan kemitraan strategis agar kerja-kerja sosial lebih terukur dan berkelanjutan. “Kita ingin kerja sosial itu tidak hanya seremonial, tapi berdampak dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dengan formasi kepemimpinan baru ini, DNIKS menargetkan peningkatan program pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas lembaga anggota, serta perluasan kerja sama lintas sektor. DNIKS berharap langkah ini dapat mempercepat terwujudnya kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkeadilan di Indonesia.***
Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono








