Market

Bansos Jaga Penurunan Daya Beli Masyarakat 0,18%

Bansos Jaga Penurunan Daya Beli Masyarakat 0,18%
Komoditi pangan sangat penting menjaga inflasi/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMKebijakan pemerintah mengucurkan bantuan sosial (Bansos) bisa menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahkan Bansos diyakini berdampak terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,0067 persen. “Kenaikan harga BBM dan bansos masih memberikan dampak positif terhadap PDB, walaupun sangat kecil,” kata Peneliti Bidang Ekonomi Makro dan Perdagangan Internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Iwan Hermawan di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Lebih jauh Iwan menjelaskan bahwa Bansos akan meminimalisir berbagai kontraksi yang terjadi pada perekonomian nasional yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM. “Bansos menjaga penurunan daya beli masyarakat berada di angka 0,18 persen dan kenaikan inflasi di angka 1,17 persen,” ujarnya.

Dia melanjutkan bansos juga akan menjaga penurunan nilai ekspor di angka 0,30 persen dan penurunan nilai impor di angka 0,64 persen. Sementara dia mengatakan penyesuaian harga BBM malah akan meningkatkan kinerja industri teknologi serta minyak dan gas (migas). Selain itu akan meningkatkan kinerja sektor mesin dan perlengkapannya sebesar 3,2 persen, sektor gas bumi dan panas bumi sebesar 0,36 persen, dan pertambangan sebesar 0,28 persen.

Namun, menurut dia, penyesuaian harga BBM akan menurunkan kinerja industri pengolahan dan transportasi, seperti kinerja sektor elektronik dan perlengkapannya bakal turun 0,62 persen, jasa angkutan udara sebesar 0,65 persen, dan jasa angkutan darat sebesar 0,17 persen. Pemerintah sedang menyalurkan bansos sebesar Rp24,17 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah adanya penyesuaian harga BBM, yang terdiri dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp12,4 triliun, Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 9,6 triliun dan subsidi transportasi sebesar Rp2,17 triliun.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta mengungkapkan pemerintah mencairkan bantuan sosial alias bansos sembako dan program keluarga harapan (PKH) dengan total nilai Rp 18,4 triliun mulai Senin, 3 Oktober 2022. “Alokasi dana itu terdiri dari Rp 11,2 triliun untuk bansos sembako, dan Rp 7,2 triliun untuk program keluarga harapan,” ujarnya.

Menurut Isa Rachmatawarta, pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 45,12 triliun untuk menyalurkan bansos reguler sembako, dengan sasaran 18,8 juta keluarga penerima manfaat. Realisasi selama periode Januari-September 2022 sudah mencapai Rp 33,41 triliun, atau sekitar 74 persen dari anggaran Rp 45,12 triliun. “Nanti untuk Oktober samapi Desember, Insya Allah Senin (3/10/2022) akan mulai didistribusikan untuk yang periode Oktober-Desember. Nilainya Rp 200 ribu per bulan,” terang Isa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Sementara untuk PKH, pemerintah target menyalurkan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat, dengan total anggaran di 2022 sebesar Rp 28,71 triliun. “Realisasinya sampai ahir triwulan III 2022 sudah 74,3 persen dari anggaran satu tahun tadi. Kuartal IV akan mulai dibayarkan mulai Oktober,” imbuh Isa. ***

Penulis   :   Iwan Damiri
Editor     :   Kamsari

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top