Industri & Perdagangan

Wamendag Ingatkan Tokopedia-TikTok Patuhi Regulasi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Wamendag Ingatkan Tokopedia-TikTok Patuhi Regulasi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga/Sumber Foto: Dok Kemendag

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengingatkan agar Tokopedia dan TikTok dalam mengembangkan bisnis harus patuh pada aturan Permendag Nomor 31 Tahun 2023 Tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE). Hal ini untuk merespons transaksi TikTok Shop yang masih dalam satu aplikasi, walau di bawah tanggungjawab Tokopedia, usai TikTok dan Tokopedia merger Desember 2023 lalu. “Nah TikTok dan Tokopedia kan sudah berkolaborasi, jadi harus sesuai dengan Permendag 31/2023 proses imigrasinya,” kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga di Jakarta, Senin (26/2/2024).

Lebih jauh Wamendag menegaskan bahwa aturan Permendag omor 31/2023 jelas-jelas menyatakan media sosial dilarang berjualan. “Yang namanya media sosial enggak boleh jualan, kalau mau jualan yah harus apply izin untuk jualan online,” ujarnya lagi.

Namun Jerry tak menampik dalam proses imigrasi yang dilakukan kedua platform itu membutuhkan waktu yang lama lantaran bersifat teknis. Sehingga dengan waktu yang diberikan yakni 3-4 bulan pasca resmi bekerja sama, sejak akhir Desember 2023 lalu. Tapi, tetap keduanya harus patuh pada Permendag 31/2023. “Ini enggak bisa cepat agar tidak ada yang dilanggar. Tapi yang pasti Permendag 31/2023 ini jelas menyebutkan tidak boleh jualan di media sosial, maka harus dicari jalan supaya tidak dilanggar,” ungkap Jerry.

Sebelumnya, Tokopedia mengungkap rencana perpindahan transaksi pembayaran TikTok Shop setelah resmi kembali meluncur tepat pada perayaan hari belanja online nasional 12.12.

Head of Commmunications Tokopedia Aditya Grasio Nelwan menjelaskan, proses transaski pembayaran ketika pelanggan berbelanja atau check out di TikTok Shop, semua akan dialihkan ke Tokopedia. Namun sistem yang akan digunakan adalah back end dan tidak jump out atau pindah aplikasi. Back end merupakan bagian dari situs web yang tidak dilihat oleh pelanggan. Singkatnya, proses pembayaran TikTok Shop nanti masih akan dilakukan di aplikasi yang sama namun di bawah tanggung jawab Tokopedia.

Aditya bilang, opsi ini dilakukan lantaran pihaknya ingin memberikan kenyamanan kepada pelanggannya sehingga pelanggan tidak perlu membuka aplikasi baru untuk pembayaran. “Jadi kami membuat sedemikian rupa sehingga penggunanya tidak mengalami jump aplikasi atau perpindahan aplikasi. Check out-cnya itu masih akan di TikTok itu juga tapi nanti memang sistemnya yang memproses pembayarannya, transaksinya ada di kami di Tokopedia. Kami back-endnya,” ujarnya dalam acara ngobrol santai dengan seller Tiktok dan Tokopedia terkait program “Beli Lokal”, Kamis (21/12/2023).***

Penulis  : Iwan Damiri
Editor    : Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top