Nasional

Virtual Schooling Ala Sampoerna Academy Bikin Efektif Belajar Daring

Frida Dwiyanti

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Sampoerna Academy menggunakan metode STEAM dan 5C melalui Google Classroom terkait virtual schooling. Bahkan melalui metode STEAM, siswa siap mengoperasikan teknologi. Sehingga memudahkan dalam beradaptasi virtual schooling. “Sampoerna Academy berhasil mencapai target akademik semester lalu dengan 5.163 sesi sekolah virtual, 92% penyelesaian tugas, dan 10.298 makalah dan proyek. 97% dari orang tua menyatakan puas. Persentase kehadiran siswa mencapai angka 96%,” kata Kepala Sekolah Sampoerna Academy, Frida Dwiyanti, Rabu (19/8/2020).

Hasil survei UNICEF menyatakan 66% dari 60 juta siswa dari berbagai jenjang pendidikan di 34 provinsi mengaku selama pandemi COVID-19 merasa tidak nyaman belajar di rumah. 87% siswa ingin segera kembali ke sekolah. Selain itu, 88% siswa juga bersedia memakai masker di sekolah dan 90% mengatakan pentingnya jarak secara fisik jika mereka belajar di kelas. “Dengan menerapkan pembelajaran live synchronous melalui Google Classroom bersama guru, siswa dapat mengikuti kelas secara real-time,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Frida, Sampoerna menerapkan pembelajaran asynchronous, yakni guru menerapkan metode baru dan menarik untuk meningkatkan pengalaman belajar online siswa. “Orang tua memainkan peran penting dalam meraih virtual schooling yang sukses, oleh karena itu, kami melakukan wellbeing call pada setiap minggu untuk mengetahui perkembangan anak dan memberikan dukungan emosional serta akademik,” tambah Frida Dwiyanti.

Dengan metode pembelajaran STEAM, sambung Frida, guru mampu mengasah keterampilan 5C pada siswa, seperti melalui mata pelajaran sains, guru dapat membahas tentang bagaimana bunyi dibuat dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi bunyi dan membuat ulang alat musik. “Dengan pembelajaran synchronous, siswa diharapkan dapat mengenal bunyi yang ada disekitarnya, serta mampu menciptakan bunyi dengan instrumen sendiri; yang menjadi poin utama dari hasil pembelajaran.”

Virtual schooling tidak akan efektif tanpa bantuan pendamping siswa. Sampoerna Academy menyadari bahwa situasi saat ini membawa tantangan yang perlu diadaptasi. Oleh karena itu, Sampoerna Academy telah menyiapkan bimbingan dan pelatihan bagi orang tua siswa ketika pandemi terjadi dan terus menjaga komunikasi secara terbuka dan teratur dengan orang tua dan siswa melalui berbagai aplikasi. “Seperti email, SIMS, Google Classroom, dan Whatsapp. Dengan komunikasi dan bimbingan yang jelas, maka siswa dapat belajar secara efektif dan nyaman di rumah,” jelasnya.

Menjalankan virtual schooling pastinya menantang bukan hanya untuk guru dan orang tua, tetapi juga bagi anak-anak. Tak sedikit data yang menyatakan bahwa anak-anak merasa kurang nyaman dan kurang semangat belajar di rumah. Di sini, peran sekolah dan orang tua menjadi semakin penting dalam membantu membuat kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan.

Selain itu, kata Frida lagi, mengasah terampilan 5C siswa tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan saja, namun orang tua juga sebaiknya turut berperan dalam pendidikan anak mereka, terutama selama virtual schooling. Sehingga, siswa kami dapat memenuhi ekspektasi global untuk prestasi siswa dan pengembangan karakter,” pungkasnya. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top