Industri & Perdagangan

Telepot Co-Kitchen Solusi UMKM Kembangkan Bisnis Ke Depan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Perkembangan industri Food and Beverage (F&B) di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Pertumbuhan ini didukung oleh karakteristik masyarakat Indonesia yang konsumtif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data pada triwulan II-2020 industri F&B mengalami pertumbuhan sebesar 0,22% dan memiliki kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan pada sektor industri F&B adalah tren food delivery selama fase new normal. Pandemi telah mengubah perilaku masyarakat yang tadinya datang ke restoran menjadi memesan makanan dari rumah atau kantor melalui food aggregator platform. Pertumbuhan food delivery di Indonesia bahkan telah melebihi China dan Korea Selatan dengan tingkat pertumbuhan 19.82%,” kata Nicholas Hum, Co-Founder dari Telepot Co-Kitchen, Minggu (27/12/2020).

Sehingga bisnis F&B masih memiliki peluang besar bagi masyarakat yang ingin memulai. Namun, peluang tersebut terhambat oleh tingginya modal awal yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha. Biaya sewa di lokasi strategis dengan potensi pasar yang besar tidaklah murah. Belum lagi biaya operasional seperti cashier, waitress, dan biaya overhead yang menyebabkan keuntungan tidak maksimal.

Untuk itu, Nicholas Hum, Co-Founder dari Telepot Co-Kitchen, berkomitmen untuk mendukung pebisnis F&B untuk memulai bisnis F&B dengan biaya awal dan operasional yang minimal. Telepot Co-Kitchen menghadirkan infrastruktur dapur atau yang sering dikenal dengan istilah Co-Kitchen atau Cloud Kitchen yang fokus pada online food delivery, ditambah dengan konsep multiple brand dalam satu dapur, biaya akan terbagi sehingga risiko berkurang secara drastis.

Melalui konsep Cloud Kitchen yang diterapkan oleh Telepot Co-Kitchen, pebisnis tidak perlu berinvestasi pada peralatan makan, desain interior, dan harga sewa tinggi dengan beban biaya diawal. Hal ini kata Nicholas, tentunya memberikan banyak keuntungan dan penghematan, terutama bagi pelaku UMKM yang memiliki modal terbatas.

Telepot Co-Kitchen hadir dengan flagship pertamanya yaitu di Kemang, Jakarta Selatan yang terdiri dari 90 dapur. Pemilihan lokasi berdasarkan feasibility study dengan mempertimbangkan permintaan order makanan yang besar dan daya beli yang tinggi.

Dalam jarak 6 km, flagship pertama Telepot Co-Kitchen dikelilingi berbagai residensial, Central Business District (CBD), maupun commercial area yang menjadi potensi pangsa pasar dan memiliki permintaan tinggi terhadap online food delivery. Menurut Nicholas, cara kerja Co-Kitchen dimulai saat konsumen melakukan order makanan ataupun minuman melalui aplikasi pesan-antar kemudian pesanan tersebut akan disampaikan ke dapur untuk dipersiapkan. Pada saat bersamaan, pengantar makanan akan langsung menuju ke

Telepot Co-Kitchen dan menemui tim Telepot Co-Kitchen untuk mengambil pesanan. Setelah makanan telah siap, tim Telepot akan mengambil pesanan di dapur dan memberikannya kepada pengatar makanan untuk dikirimkan kepada konsumen. Pick-up juga dapat langsung dilakukan oleh pemesan di flagship Telepot Co-Kitchen.

Selain dapur yang mendukung operasional bisnis F&B, Telepot Co-Kitchen juga memberikan fasilitas dan layanan untuk fungsi bisnis lainnya seperti studio foto untuk produk makanan dan minuman, dapur estetis untuk konten marketing, dan lainnya. Layanan untuk mengembangkan bisnis seperti analisis performa usaha hingga perencanaan strategi bisnis juga diberikan kepada setiap member dari Telepot Co-Kitchen secara berkala.

“Segera wujudkan resolusi 2021 Anda dengan memulai dan ekspansi bisnis F&B bersama Telepot Co-Kitchen. Untuk bergabung, langsung kunjungi website kami di https://telepot.id , dapatkan VIP Pass untuk promo bulan ini,” katanya. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top