Market

Stafsus Menkeu: Pencekalan Bambang Trihatmodjo Bukan Pengalihan Isu

Yustinus Prastowo/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo membantah bahwa pencekalan terhadap putra Presiden ke-2 RI, mendiang Soeharto, Bambang Trihatmodjo sebagai pengalihan isu. “Pengalihan isu? Pencegahan sdh dilakukan sejak Desember 2019. Yang jelas, Menteri Keuangan hanya menjalankan Undang-undang,” tegasnya di akun Twitternya @prastow, Senin (21/9/2020).

Pernyataan tersebut merespon statemen Pengamat ekonomi dan politik Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN), Sasmito Hadinagoro yang menduga keputusan itu sebagai bentuk pengalihan isu terhadap sejumlah kasus skandal keuangan negara yang terjadi selama ini. “Saya mensinyalir, ini untuk mengalihkan isu-isu besar kerugian keuangan negara yang secara kasat mata jelas belum kedaluwarsa. Misalnya, kasus mega skandal korupsi bailout illegal Bank Century Rp 7,9 triliun yang patut diduga ada peran Ketua KSSK waktu itu, Sri Mulyani,” ujar Sasmito di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Bambang Trihatmodjo dicekal ke luar negeri terkait penyelenggaraan SEA Games 1997. SEA Games 1997 diselenggarakan di Jakarta, dari 11 Oktober hingga 19 Oktober 1997, 23 tahun silam saat Bambang Tri masih berusia 44 tahun. Saat itu, Bambang merupakan Ketua Konsorsium pelaksanaan SEA Games XIX.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan alasan mencegah Bambang ke luar negeri (LN) karena belum menyelesaikan kewajibannya. Pencegahan pun dilakukan setelah beberapa proses yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karenanya, ia meminta Bambang tidak perlu gegabah dan bisa membicarakannya dengan baik.”Banyak cara untuk menyelesaikan kewajiban. Ada yang bayar lunas sekaligus. Ada yang minta tenggat dan sebagainya,itu bisa dibicarakan dengan panitia,” ujar Isa dalam media briefing virtual, Jumat (18/9/2020).

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top