Market

Sentil Mendag, Najib: Segera Redam Gejolak Harga Minyak Goreng Guna Cegah Inflasi

Sentil Mendag, Najib: Segera Redam Gejolak Harga Minyak Goreng Guna Cegah Inflasi
Ahmad Najib Qodratullah, Anggota Komisi XI DPR F-PAN/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi XI DPR Ahmad Najib Qodratullah mendesak pemerintah segera mengatasi gejolak harga minyak goreng (Migor) yang cukup gila-gilaan beberapa minggu terakhir. Gejolak harga pangan ini berpotensi menganggu stabilitas ekonomi nasional.

“Jadi perlu segera turun tangan dan waspadai ancaman inflasi, jangan sampai memberatkan beban rakyat,” katanya kepada suarainvestor.com melalui pesan WhatApp (WA), Sabtu (4/12/2021).

Politisi PAN ini meminta pemerintah jangan menganggap remeh situasi melonjaknya harga minyak goreng, meski hanya beberapa saat. Karena akan membahayakan perekonomian nasional. “Komoditas minyak goreng inikan termasuk sembako, jadi harus cermat mengendalikannya,” ungkapnya.

Disinggung soal asal-usul kenaikan harga minyak goreng, Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II ini mengaku belum mengetahui apa penyebab dari kenaikan harga minyak goreng akhir-akhir ini. “Apakah karena gangguan pasokan atau ada penyebab yang lain. Kita belum tahu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kementerian Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan memprediksi bahw harga minyak goreng akan terus naik hingga kuartal I tahun 2022.

Adapun penyebab kenaikan harga minyak goreng itu adalah meningkatnya harga minyak kelapa sawit dunia atau curde palm oil (CPO), (25/11/2021).

“Ini (harga minyak goreng) berpotensi terus bergerak, dan kita memprediksi sampai kuartal I-2022 pun masih meningkat terus karena termasuk sebagai komoditi supercycle, harganya melonjak tajam,” kata Oke Nurwan.

Oke mengakui, CPO memiliki dampak negatif terhadap harga minyak goreng meskipun memiliki beberapa kelebihan sebagai komoditas supercycle.

Oke menjelaskan, harga komoditas minyak goreng dapat terus naik jika harga CPO pun terus meningkat.

Oke mengungkapkan, agar masyarakat tetap bisa membeli minyak goreng dengan harga terjangkau pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, pemerintah meminta produsen untuk menyiapkan minyak goreng dengan kemasan khusus.

“Khusus untuk Natal dan Tahun Baru, produsen pun telah menyiapkan kemasan minyak goreng dengan kemasan sederhana dengan harga Rp14.000 yang akan didistribusikan melalui ritel,” ujar Oke.

“Mereka sudah bekerja sama dengan ritel modern dan sudah disiapkan sebanyak 11 juta liter,” imbuhnya.

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, berjanji akan “mengguyur” pasar dengan minyak goreng murah agar harga lebih stabil. Pemerintah akan menjual minyak goreng kemasan murah seharga Rp 11.000 per liter. “Mereka (pelaku usaha) sudah setuju dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendistribusikan 11 juta liter minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp 14.000,” ujar Lutfi. ***

Penulis. :  Iwan Damiri
Editor.   :  Kamsari

 

BERITA POPULER

To Top