Market

Sartono: BRIN Harus Fokus Riset dan Inovasi Untuk Pembangunan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR mendesak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam mencapai tujuan dan target pembangunan bangsa.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk menggabungkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi. “Jadi harus dimaksimalkan perannya untuk mencapai tujuan sebagai lembaga penelitian,” kata Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Demokrat Sartono Hutomo, di Jakarta, Senin (12/4/2021).

Berdasarkan catatan, Anggaran Penelitian untuk Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dalam APBN 2021 sebesar Rp 400 miliar. Pendanaan penelitian ini merupakan bagian dari dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Tahun 2021 sebesar Rp 1,09 triliun.

Anggaran tersebut dibagi menjadi dana penelitian untuk PTN Non-Badan Hukum dan PTS sebesar Rp 632 miliar (58%), dana pengabdian masyarakat untuk PTN dan PTS sebesar Rp 63 miliar (6%), dan dana penelitian untuk PTNBH sebesar Rp 400 miliar (36%).

Lebih jauh kata Sartono, BRIN adalah sebuah lembaga yang pembentukannya merupakan mandat dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Disisi lain, lanjut Sartono, BRIN juga harus fokus pada penelitian bertahap mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang. Hal ini, lantaran kemajuan bangsa ditentukan oleh keberhasilan dalam mengedepankan riset dan inovasi.

BRIN, tambah Sartono, juga harus mampu melakukan koordinasi dan sinergitas dengan litbang-litbang yang dimiliki Kementerian guna memaksimalkan peran dalam penelitian.”BRIN ini harus menjadi lembaga independen dan tidak boleh ada kepentingan lain kecuali riset dan inovasi,” papar Sartono. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top