Pertanian

Saat Wabah Covid-19, Produksi Pertanian Perlu Digenjot

Pertanian Bawang Putih/Kompasiana.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meminta Kementerian Pertanian ( Kementan) menjaga produksi bahan pokok selama proses pengendalian penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia. “Wabah Covid-19 tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan sumber daya manusia (SDM) pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor,” kata Jokowi, di Istana Merdeka, Selasa (24/3/2020), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut perlu dilakukan agar daya beli, aktivitas, dan produksi para petani, pekerja harian, buruh, nelayan, dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tetap terjaga. “Kita harus bantu,” kata Jokowi.

Senada dengan Jokowi, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan juga meminta agar produksi pertanian tetap berjalan, bahkan digenjot. Terlebih, sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional. Terkait stok pangan, Jokowi menyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan 267 juta penduduk Indonesia.

Untuk itu, ia berharap agar masyarakat tidak panik. Meski begitu, Jokowi tetap meminta jajarannya untuk terus memberi kepastian ketersediaan dan stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok. “Apalagi bulan April masih ada panen raya. Penyerapan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) juga harus diatur,” kata Jokowi.

Selain sektor pertanian, pada kesempatan tersebut Jokowi juga membahas penanganan Covid-19 pada sektor lainnya.

Jokowi meminta semua pihak melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran. Langkah tersebut sudah bisa dimulai karena Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 sebagai landasan hukumnya telah ditandatangani. “Inpres ini juga memerintahkan percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa,” kata Jokowi.

Sebelumnya, sejak diberlakukannya Work From Home (WFH). Di masa-masa itu, banyak hal jadi terimbas. Mulai dari masyarakat yang panic buying—membeli beragam kebutuhan untuk stok di rumah. Namun, ada sisi lain dari kondisi tersebut, yakni produk pertanian yang laku keras.

CEO sekaligus Founder Etanee Cecep Wahyudin mengatakan bahwa pemberlakuan WFH membuat order pembelian produk pertanian di Food Marketplace Etanee meningkat.

“Sejak diberlakukannya wfh, aktivitas masyarakat jadi terbatas. Tapi di satu sisi, Alhamdulillah pembelian produk pertanian di kami meningkat tajam, transaksi kami selama lima hari terakhir meningkat 5-7 kali dari biasanya,” ujar Cecep, seperti dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (22/3/2020).

Menurut Cecep, omzet pertanian yang dijualnya selama kurang dari 10 hari mencapai 4 kali lipat. Adapun produk pertanian yang sering dipesan masyarakat, meliputi buah-buahan lokal, ikan dan daging ayam.

Masyarakat menilai produk pertanian memiliki manfaat dan energi untuk menjaga dna menambah kekebalan tubuh. “Untuk buah manggis saja 1 hari bisa habis 500-1.000 kilogram (kg). Untuk daging ayam juga sama, bisa melayani 500-1.000 kg,” terang Cecep.

Tak khawatir stok pangan Meski orderannya melonjak tajam, Cecep mengaku tidak khawatir dengan stok bahan pangan. Pasalnya, petani dan peternak yang dibina olehnya tersebar di wilayah Jawa Barat, seperti Cianjur, Bogor, Sukabumi dan Bandung. “Stockis kami saat ini tersebar di 18 wilayah dan 7 kota,” tambahnya.

Sebagai informasi, etanee Food Marketplace adalah platform rantai pasok digital untuk industri pangan dan pertanian yang menghubungkan pemasok, infrastruktur logistik, dan penjual yang terhubung langsung secara online kepada pembeli.

Digital platform tersebut aktif melayani masyarakat untuk melakukan isolasi mandiri dirumah terkait wabah virus corona. Saat ini, Etanee memberikan pelayanan pesan antar produk hasil pertanian dan peternakan.

Cecep juga mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan stok pangan. “Pesan saya kepada masyarakat justru jadikan kondisi saat ini untuk sama-sama saling menyadari untuk tolong menolong kepada orang terdekat,” ucapnya.

Terbukti, katanya lagi, saat ini yang menjadi tumpuan adalah petani lokal dan juga para pengirim (logistik) produk yang menjadi penolong saat kondisi susah. “Cintai produk lokal, cintai petani lokal dan gunakan aplikasi karya anak bangsa,” lanjutnya.

Sumber: Kompas.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top