Infrastruktur

Bilateral Indonesia-Australia, Ravindra: Pembangunan IKN Bisa Belajar Dari Kota Canberra

Bilateral Indonesia-Australia, Ravindra: Pembangunan IKN Bisa Belajar Dari Kota Canberra
Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI - Perlemen Australia,  Ravindra Airlangga usai pertemuan bilateral dengan parlemen Australia di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2022)/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMPertemuan bilateral antara Indonesia-Australia diharapkan bisa menghasilkan bentuk kerjasama yang konkrit, terutama soal pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena Australia sebelumnya pernah membangun kota Canberra yang merupakan ibu kota baru pada 1913. “Kita ketahui Australia pernah membangun Kota Canberra yang merupakan ibu kota baru. Jadi, ini merupakan suatu hal yang kita bisa dalami dan pelajari bersama dan kita terapkan saat kita proses membangun ibukota kita yang baru,” kata Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Perlemen Australia,  Ravindra Airlangga usai pertemuan bilateral dengan parlemen Australia di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Apalagi, kata Anggota Fraksi Golkar, pembangunan IKN ini akan dilengkapi dengan teknologi tinggi, termasuk penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT). “Harapan kami adalah seperti yang disampaikan pihak Australia juga, terjadi transfer of technology terutama terkait dengan transisi energi ataupun pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” ujarnya lagi.

Selain itu, Legislator dari Dapil Jawa Barat V itu menambahkan bahwa dalam pertemuan bilateral dibahas pula mengenai climate change. Karena itu,
setiap negara perlu mempersiapkan mitigasi perubahan iklim melalui komitmen menjaga lingkungan hidup. “Hal ini dimulai dari membangun kesadaran dan komitmen untuk menjaga kelestarian alam,” imbuh Anggota Komisi IV DPR.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu strategi untuk menggeser porsi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dari barat menjadi lebih ke timur.

Menurutnya, pemerintah menyadari betul adanya kesenjangan pembangunan ekonomi antara Pulau Jawa dengan Luar Pulau Jawa. Karena itu, pembangunan IKN telah diarahkan agar pertumbuhan perekonomian nasional lebih merata. “Pembangunan IKN telah diarahkan di luar Pulau Jawa dengan letak yang lebih seimbang secara spasial dan ekonomi, sebagai stimulus pemerataan pertumbuhan perekonomian nasional,” kata Airlangga, mengutip siaran pers, Minggu (19/6/2022).

Ketua Umum Partai Golkar tersebut mengatakan keberadaan IKN dalam jangka panjang diharapkan turut berperan sebagai economic super hub dan economic value chain nasional. Adapun, pengembangan economic super hub bakal dikembangkan dalam enam klaster ekonomi strategis, resilien, dan inovatif, meliputi klaster industri teknologi bersih, klaster farmasi terintegrasi, dan klaster industri pertanian berkelanjutan.

Kemudian, klaster ekowisata, klaster kimia dan produk turunan kimia, serta klaster energi rendah karbon. Di samping itu, terdapat juga dua klaster pendukung, yaitu pendidikan abad ke-21 serta smart city dan Pusat Industri 4.0.

Dalam rangkaian kunjungan ke Kalimantan Timur pada Sabtu (18/6/2022) lalu, Airlangga menyempatkan diri untuk meninjau langsung progres persiapan pembangunan Ibu Kota Nusantara, tepatnya di Titik Nol IKN. “Saya berharap IKN dapat segera dibangun sesuai rencana dan adanya peran aktif masyarakat seperti penyampaian informasi, komunikasi publik, dan diseminasi tentang persiapan, pembangunan, hingga penyediaan ruang-ruang partisipasi dan konsultasi publik guna mendukung pembangunan IKN secara berkelanjutan,” ucapnya. ***

Penulis  : Iwan Damiri
Editor    : Eko

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top