TANGERANG SELATAN, SUARAINVESTOR.COM– Keluarga besar PGRI cabang Ciputat Tangsel memberikan bantuan untuk 100 anak yatim. Adapun para anak yatim tersebut, orang tua berprofesi sebagai guru yang meninggal akibat terpapar Covid-19.
Ketua PGRI Cabang Ciputat Sahrial menjelaskan ada sekitar 9 guru anggota PGRI cabang Ciputat yang meninggal akibat Covid-19. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau tenaga pendidik harus menjaga kesehatan, semangat dan selalu bersyukur. “Adapun yang meninggal itu ada yang berstatus pegawai negeri dan guru honorer,” katanya kepada suarainvestor.com usai kegiatan penyelenggaraan HUT ke 76 PGRI, Senin (22/11/2021).
Sahrial sebutkan bahwa PGRI Ciputat belum bisa berbuat banyak untuk membantu para anak guru yang orang tuanya meninggal dunia akibat Covid. Namun, pihaknya akan memantau para anak guru itu ketika akan masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. “PGRI berusaha hadir untuk anggota, baik yang masih ada ataupun yang meninggal karena Covid. Karena walaupun bagaimana, anak-anak itu juga menjadi anak-anak kita. Jadi kita bantu sebisa mungkin,” ujar dia.
Sementara Ketua PGRI Kota Tangsel, Cartam menjelaskan, jumlah guru di Kota Tangsel yang meninggal karena Covid sudah dilakukan pendataan dari Provinsi Banten. Namun ia belum mengetahui jumlah angka pastinya.”Kabupaten Tangerang aja yang luas jumlahnya 60 orang. Mungkin kami angkanya minim, dua puluhan. Dan Alhamdulillah hari ini, khususnya di Ciputat yang orang tuanya meninggal dan anaknya menjadi anak yatim kita beri santunan,” ungkapnya.
Dari PGRI sendiri, Cartam jelaskan bahwa masing-masing cabang PGRI sudah memikirkan jika ada kesulitan bagi anak-anak yatim yang orang tuanya berprofesi sebagai tenaga pendidik dan meninggal karena Covid, di sekolah-sekolah PGRI akan memberikan potongan biaya pendidikan hingga 50 persen bahkan gratis. “Untuk sekolah negeri, saya rasa tidak kesulitan karena non biaya. Tapi kami dari yayasan pendidikan PGRI, bisa memberikan sampai gratis untuk anak guru,” terang Cartam.
Cartam mengungkapkan PGRI belum bisa banyak membantu anak-anak guru yang meninggal akibat Covid itu jika hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun begitu, ada kemungkinan PGRI melalui bidang keagamaan akan bermusyawarah membahas hal tersebut. ***
Penulis : A Rohman
Editor : Chandra








