Investasi

Potensi Pasar India Terbuka Bagi Indonesia

JAKARTA-DPD RI mendorong kerjasama ekonomi dan perdagangan dengan India. Apalagi India merupakan negara yang sangat dekat dengan Indonesia. Bahkan Indonesia dan India sama-sama anggota G20, yakni 20 negara yang memiliki kekuatan ekonomi dunia. “Potensi ekonomi India saat ini US$1,8 triliun dan berada pada posisi ketiga dunia, sedangkan potensi ekonomi Indonesia US$1,2 triliun dan berada di posisi ke empat,”

Demikian hasil pertemuan pimpinan DPD RI saat menerima kunjungan resmi Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari beserta rombongan.  Pimpinan DPD RI yang hadir, Irman Gusman (ketua) dan Farouk Muhammad (wakil ketua) didampingi sejumlah anggota DPD RI.

Menurut Irman Gusman, dalam pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral kedua negara sekaligus penguatan hubungan parlemen kedua negara. “Sementara ekonomi dunia masih dipegang oleh RRC dan setelah itu AS,” tegasnya.

Dalam perkembangan dimana tantangannya semakin mengglobal, menurut dia, maka kerja sama kedua negara bukan hanya sebatas antara pemerintah dengan pemerintah, tapi sampai pada korporasi dan dengan korporasi dan masyarakat dengan masyarakat. “Indonesia dan India memiliki karakter parlemen yang unik, di Indonesia ada DPR dan DPD serta di India ada Lok Shaba dan Rajya Shaba,” katanya.

Lok Shaba sama dengan DPR RI sedangkan Rajya Shaba (Dewan Bagian Negara) sama dengan DPD RI.  Aturan perundangan di India, kata dia, wakil Presiden otomatis menjadi Ketua Rajya Shaba. “Kami ingin bertukar gagasan, salah satunya salah satunya mengenai parlemen,” katanya.

Irman menjelaskan, DPD RI di usianya ke-11 tahun terus melakukan penguatan kelembagaan untuk kepentingan rakyat daerah. Karena itu, kata dia, DPD RI menilai pertukaran informasi tentang
sistem dan proses legislasi di kedua negara menjadi sangat penting.

DPD RI, kata Irman, mendorong kerja sama lebih erat antara lembaga legislatif kedua negara, khususnya DPD RI dan Rajya Shaba. “Penguatan ini perlu dilakukan kunjungan pimpinan lembaga legislatif kedua negara,” katanya.  **aec

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top