Infrastruktur

Polemik Pelanggan 450 VA, Intan Fauzi: Pemerintah Harus Jelaskan Agar Tak Timbul Kegaduhan Baru

Polemik Pelanggan 450 VA, Intan Fauzi: Pemerintah Harus Jelaskan Agar Tak Timbul Kegaduhan Baru
Anggota Komisi VI DPR Fraksi PAN, Intan Fauzi saat Raker dengan Meneg BUMN Erick Thohir/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR, Intan Fauzi mendesak Menteri BUMN, Erick Thohir untuk menjelaskan persoalan polemik penghapusan pelanggan listrik 450 VA. Penjelasan secara gamblang dan lugas sangat dibutuhkan agar rakyat tidak dibuat bingung dengan informasi tersebut. “Dengan penjelasan tersebut, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan baru di masyarakat,” katanya dalam Raker dengan Meneg BUMN, Erick Thohir bersama Wamen I Pahala Mansuri dan Wamen II Kartiko Wirjoatmodjo di Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Lebih jauh Intan membeberkan bahwa belum lama ini masyarakat direpotkan dengan masalah pangan, misalnya kelangkaan minyak goreng, lalu ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM bersubsidi. “Nah, sekarang mau masuk lagi di Listrik,” ujar anggota Fraksi PAN.

Terkait isu pengurangan subdisi BBM, Ketua PUAN ini mengakui meski hal ini bukan kewenangan langsung dari Meneg BUMN, namun tetap akan berkaitan dengan kinerja BUMN ke depan. “Jadi kebijakan itu perlu mendapat perhatian, karena akan mempengaruhi kinerja BUMN juga,” paparnya lagi.

Namun demikian, Intan mendukung BUMN agar lebih memberikan kontribusi yang maksimal kepada negara, khususnya mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kita tahu bahwa banyak BUMN yang sudah memberikan kinerja yang baik, termasuk sasaran, indikator dan output programnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku tak tahu-menahu terkait munculnya wacana penghapusan daya listrik 450 volt ampere (VA). “Isu (penghapusan daya) 450 (VA), kami dari Kementerian BUMN juga bertanya-tanya dan saya yakin di Komisi VI tidak pernah membahas ini,” ujarnya saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Rabu, (21/9/2022).

Bahkan, kata Erick lagi, Kemeneg BUMN dan Komisi VI DPR belum pernah membahas rencana tersebut. “Saya yakin tidak mungkin dari Komisi VI yang mendorong perbaikan secara menyeluruh tapi, mengurangi layanan masyarakat,” paparnya.

Mengutip akun Instagram @erickthohir, pada Rabu (21/9/2022), bahwa kabar yang cukup meresahkan masyarakat itu tidak benar. “BUMN tidak pernah punya rencana untuk menaikkan tarif listrik dengan menghilangkan pelanggan 450 VA dan mengubahnya menjadi 900 VA,” terangnya.

Lebih jauh Erick menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya meringankan beban masyarakat di tengah situasi ekonomi global yang masih bergejolak. “Sesuai dengan pernyataan Bapak Presiden tadi pagi, kami dari Kementerian BUMN belum ada rencana menaikkan,” kata Erick. ***

Penulis   :    Iwan Damiri
Editor     :    Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top