Opini

Peluang Pemimpin Kharismatik Pada Pemilu 2024

Peluang Pemimpin Kharismatik Pada Pemilu 2024
Ilustrasi dalam sebuah organisasi seorang pemimpin memiliki peran sentral dalam perilaku kelompok/Sumber Foto: Kompas.com

*) Qohari Kholil dan Herri Santoso

Dalam sebuah organisasi seorang pemimpin memiliki peran sentral dalam perilaku kelompok, karena pemimpin antisipatif terhadap perubahan, peluang yang ada, memotivasi semua pengikut untuk tingkat yang lebih tinggi serta tingkat produktivitas, memperbaiki kinerja buruk dan pemimpin harus bisa memberikan bimbingan menuju ke pencapaian dalam tujuan suatu organisasi.
Ada banyak gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam organisasi, seperti kepemimpinan kharismatik dan kepemimpinan transformasional. Kedua jenis kepemimpinan ini pertama kali diungkapkan oleh Burn pada tahun 1978 dalam konteks politik, yang kemudian dikembangkan oleh Bass:1985 serta Berry dan Houston:1993 yang membawanya dalam konteks organisasional.

Kepemimpinan kharismatik dan Transformasional sering disebutkan secara berdampingan satu dengan yang lainnya ini karena pada dasarnya keduanya memilki perspektif yang sama dalam hal seorang pemimpin harus memberikan “sesuatu” agar anggota bergerak menuju tujuan organisasi, yang membedakan keduanya adalah apa “sesuatu” yang diberikan tersebut. Maju mundurnya sebuah organisasi ditentukan oleh gaya kepemimpinan, termasuk dalam suatu negara.

Indonesia secara geografis terdiri dari belasan ribu pulau yang terbentang dari ujung barat di Sabang dan ujung timur di Merauke yang terletak di antara benua Asia pada bagian barat laut dan Benua Australia di sebelah tenggara, serta di antara dua Samudera besar yaitu Samudera Hindia di sisi barat dan amudera Pasifik di bagian timur. Indonesia secara demografi merupakan negara dengan penduduk paling tinggi di dunia nomor empat. Jumlah penduduk di Indonesia selalu mengalami peningkatan. Kependudukan Indonesia mengalami beberapa masalah besar, seperti penyebaran penduduk yang tidak merata.

Penduduk yang padat berada di Jawa, sedangkan yang jarang penduduk berada di Maluku dan juga Papua, Indonesia memiliki ratusan kelompok etnik, yaitu lebih dari 300 kelompok etnik yang tersebar di setiap daerah Indonesia. Indonesia mengakui enam Agama resmi. Menurut data Kementerian Agama tahun 2018, penduduk Indonesia sebanyak Islam 86,7%, Kristen Khatolik 1,74%, Kristen Protestan 7,6%, Hindu 0,77%, Budha 0,77%, Konghucu 0,03%. Saat ini Indonesia menuju Pemilihan Umum 2024 yang merupakan ajang kesempatan bagi calon pemimpin negara menjadi pemimpin periode 2024-2029. Gaya kepemipinan kharismatik diharapkan mampu menggali potensi dan mengatasi permasalahan Indonesia di masa depan. Adapun kesempatan untuk itu ada pada Pemilu 2024 nanti.

Atribusi Pemimpin Kharismatik

Karisma adalah kata Yunani yang berarti “karunia yang diilhami oleh Tuhan”, seperti kemampuan untuk melakukan mukjizat atau memprediksi kejadian di masa depan. Weber (1947) menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan suatu bentuk pengaruh yang tidak didasarkan pada tradisi atau otoritas formal tetapi lebih pada persepsi pengikut bahwa pemimpin diberkahi dengan kualitas luar biasa.

Atribusi karisma pengikut bergantung pada beberapa jenis perilaku pemimpin. Perilaku-perilaku ini tidak diasumsikan ada pada setiap pemimpin kharismatik pada tingkat yang sama, dan kepentingan relatifnya tergantung pada tingkat tertentu pada situasi kepemimpinan. Beberapa karakteristik atribut karisma antara lain: Visi Baru dan Menarik. Kemampuan untuk melihat peluang yang gagal dikenali orang lain adalah alasan bagi seorang pemimpin untuk dipandang sebagai luar biasa.

Daya Tarik Emosional terhadap Nilai. Pengikut lebih cenderung mengaitkan karisma dengan pemimpin yang menginspirasi mereka dengan daya tarik emosional terhadap nilai dan cita-cita mereka. Perilaku tidak konvensional. Karisma lebih cenderung dikaitkan dengan pemimpin yang bertindak dengan cara yang tidak konvensional untuk mencapai visi. Metode pemimpin untuk mencapai tujuan ideal harus berbeda dari cara konvensional dalam melakukan sesuatu untuk mengesankan pengikut bahwa pemimpin itu luar biasa.

Pengorbanan Diri. Pemimpin lebih cenderung dipandang sebagai karismatik jika mereka membuat pengorbanan diri untuk kepentingan pengikut, dan mereka mengambil risiko pribadi atau mengeluarkan biaya tinggi untuk mencapai visi yang mereka dukung. Keyakinan dan Optimisme. Pemimpin yang tampak percaya diri tentang proposal mereka lebih cenderung dipandang sebagai karismatik daripada pemimpin yang tampak ragu dan bingung. Kecuali jika pemimpin mengomunikasikan kepercayaan diri, keberhasilan strategi inovatif mungkin lebih dikaitkan dengan keberuntungan daripada keahlian. Kepercayaan diri dan antusiasme seorang pemimpin bisa menular.

Seorang pemimpin karismatik yang mengartikulasikan visi inspirasional dapat mempengaruhi pengikut untuk menginternalisasi sikap dan keyakinan yang selanjutnya akan menjadi sumber motivasi intrinsik untuk melaksanakan misi organisasi. Contohnya adalah mempengaruhi pengikut untuk percaya bahwa mereka secara kolektif dapat mengatasi hambatan besar untuk mencapai visi.

Perilaku kepemimpinan yang menjelaskan bagaimana seorang pemimpin kharismatik mempengaruhi sikap dan perilaku pengikut, antara lain, meliputi: mengartikulasikan visi yang menarik, menggunakan bentuk komunikasi yang kuat dan ekspresif ketika mengartikulasikan visi, mengambil risiko pribadi dan membuat pengorbanan diri untuk mencapai visi, mengomunikasikan harapan yang tinggi, mengekspresikan optimisme dan kepercayaan pada pengikut, mencontohkan perilaku yang konsisten dengan visi, mengelola kesan pengikut terhadap pemimpin,membangun identifikasi dengan kelompok atau organisasi, dan memberdayakan pengikut.

Pemimpin kharismatik menggunakan bahasa yang mencakup simbol, slogan, citra, dan metafora yang relevan dengan pengalaman dan nilai-nilai pengikut. Beberapa studi tentang pemimpin kharismatik telah mengidentifikasi aspek-aspek spesifik dari komunikasi mereka yang membantu mengomunikasikan visi yang menarik dan optimis. Misalnya, sebuah penelitian yang menganalisis konten pidato presiden AS menemukan lebih sering penggunaan metafora oleh presiden yang dianggap sangat karismatik. Akhirnya, ekspresi emosi positif yang kuat seperti antusiasme dan optimisme tentang inisiatif, proyek, atau strategi baru adalah cara lain bagi para pemimpin untuk mempengaruhi motivasi pengikutnya.

Esensi karisma dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa oleh pengikut yang bergantung pada pemimpin untuk bimbingan dan inspirasi. Atribusi karisma adalah hasil dari proses interaktif antara pemimpin, pengikut, dan situasi. Pemimpin karismatik membangkitkan antusiasme dan komitmen dalam pengikut dengan mengartikulasikan visi yang menarik dan meningkatkan kepercayaan pengikut untuk mencapainya. Atribusi karisma kepada pemimpin lebih mungkin terjadi jika visi dan strategi untuk mencapainya inovatif, pemimpin mengambil risiko pribadi untuk mempromosikannya, dan strategi tampaknya berhasil.

Pemimpin kharismatik dapat memiliki pengaruh yang luar biasa pada sebuah organisasi, tetapi konsekuensinya tidak selalu menguntungkan. Karismatik positif berusaha untuk menanamkan pengabdian pada tujuan ideologis dan lebih cenderung memiliki pengaruh yang menguntungkan bagi organisasi.

Tipe kepemimpinan kharismatik dapat diartikan sebagai kemampuan menggunakan keistimewaan atau kelebihan sifat kepribadian dalam mempengaruhi pikiran, perasaan dan tingkah laku orang lain, sehingga dalam suasana batin mengagumi dan mengagungkan pemimpin bersedia berbuat sesuatu yang dikehendaki oleh pemimpin. Pemimpin disini dipandang istimewa karena sifat-sifat kepribadiannya yang mengagumkan dan berwibawa. Dalam kepribadian itu pemimpin diterima dan dipercayai sebagai orang yang dihormati, disegani, dipatuhi dan ditaati secara rela dan ikhlas. Kepemimpinan kharismatik menginginkan anggota organisasi sebagai pengikutnya untuk mengadopsi pandangan pemimpin tanpa atau dengan sedikit mungkin perubahan.

Pemimpin kharismatik cenderung muncul di dunia politik, agama, saat perang, atau saat perusahaan masih dalam tahap awal atau menghadapi krisis yang mengancam kelangsungan hidupnya. Selain ideologi dan ketidakpastian, faktor situasional lain membatasi munculnya karisma di suatu level organisasi. Tetapi, visi biasanya berlaku untuk keseluruhan organisasi atau divisi-divisi utama. Tidak semua pemimpin yang kharismatik selalu bekerja demi kepentingan organisasinya. Banyak dari pemimpin ini menggunakan kekuasaan mereka untuk membangun perusahaan sesuai citra mereka sendiri. Hal yang paling buruk, karisma yang egois ini membuat si pemimpin menempatkan kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi diatas tujuan organisasi.

Presiden pertama RI Soekarno yang akrab dipanggil dengan Bung Karno merupakan seorang pemimpin yang memiliki karisma. Beliau menggunakan kemampuan orasi dan pidato yang kuat, kepribadian yang menarik, dan komitmen yang tak tergoyahkan. Beliau menggerakkan masyarakat untuk perubahan positif, yakni kemerdekaan Indonesia. Kharisma yang dimiliki Soekarno bisa disejajarkan dengan pemimpin-pemimpin kelas dunia salah satunya John F. Kenedy dan Nelson Mandela. Soekarno memiliki postur tubuh yang tinggi tegap, wajah yang tampan, dan memiliki senyum yang memesona. Soekarno memiliki kelebihan, ia memiliki kharisma dasar yaitu memiliki kecerdasan dan wawasan ilmu pengetahuan yang luas.

Soekarno seorang pemimpin yang banyak membaca buku. Soekarno juga turun langsung mempraktikkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Lewat kepiawaiannya dalam berkomunikasi dan pidatonya yang memukau khalayak, Soekarno mampu membangkitkan rasa kebangsaan dan nasionalisme rakyat, untuk bangkit dan memerdekakan dirinya. Soekarno tipe seorang pemimpin yang ingin merangkul semuanya. Soekarno Memiliki rasa percaya diri yang kuat, mempunyai inisiatif dan inovatif yang tinggi, serta banyak akan ide ataupun gagasan baru yang dimilikinya.

Presiden Abdurrahman Wahid yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur juga merupakan salah satu pemimpin karismatik Indonesia. Gus Dur seorang pemimpin yang humanis dan penganut pluralisme. Ia sosok pejuang demokrasi sejati dan sangat menghormati nilai-nilai demokratis. Sebelum menjajadi presiden, Gus Dur seorang yang gigih dalam memperjuangkan demokrasi dan menentang pemerintahan otoriter. Ialah sosok pemimpin Islam progresif yang secara gigih mengontekstualisasikan nilai-nilai demokrasi Islam di Indonesia.

Gus Dur telah mengajarkan bangsa Indonesia mengenai banyak hal, mulai dari hubungan agama (Islam) dengan Negara, toleransi antar umat beragama hingga persamaan hak sebagai warga Negara. Gus Dur juga mengajarkan bahwasannya sangat penting menghargai perbedaan pendapat, menghilangkan diskriminasi berdasarkan ras dan agama, serta mewujudkan kemandirian bangsa dalam arti luas.

Permasalahan utama yang sedang dihadapi Indonesia saat ini menjelang Pemilu 2024 diantaranya; Ancaman terhadap wibawa negara. Baik ancaman dari dalam negeri misalnya Kelompok Kriminal Bersenjata Papua, maupun ancaman dari asing melalui laut Indonesia misalnya pencurian ikan di perairan Indonesia. Kelemahan Sendi Perekonomian Bangsa. seperti daya beli, inflasi, utang pemerintah yang semakin meningkat dan harga pokok yang mahal juga merupakan masalah utama Indonesia saat ini.

Covid-19 yang telah masuk ke Indonesia awal tahun 2020 dan hingga saat ini belum sepenuhnya dapat diselesaikan oleh Pemerintah. Banyak upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19 ini. Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah seperti Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Omnibus Law UU Ciptaker, vaksinasi dan kebijakan lainnya seperti pembatas aktivitas sosial (Lockdown maupun PPKM) dan lainnya memberikan hasil yang cenderung sesuai harapan kita semua.

Intoleransi dan krisis kepribadian bangsa. Keprihatinan disampaikan sejumlah pihak atas kondisi bangsa Indonesia dewasa ini dan juga perkembangannya. Terutama, melihat anak-anak muda yang kerap menggembar-gemborkan milenial namun tidak dibentengi agama dan adab budi pekerti. Milenial memang harus mengikuti perkembangan zaman dengan kemampuan teknologi yang baik, namun tidak melupakan agama serta adab sopan santun dan budi pekerti yang baik pula.

Untuk menyelsaikan permasalahan-permasalahan tersebut, dibutuhkan pemimpin karismatik yang mampu merangkul semua elemen masyarakat Indonesia baik Suku, agama aupun etnis. Salah satu kesempatan untuk mendapatkan pemimpin karismatik adalah dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Saat ini Indonesia menuju Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Sementara itu, tahapan Pemilu 2024 dimulai pada 14 Juni 2022. Beberapa solusi yang dapat dilaksanakan pemimpin kharismatik untuk mengatasi permasalahan tersebut diantaranya ancaman terhadap wibawa negara, kelemahan Sendi Perekonomian Bangsa dan Intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.

Peluang Pemimpin Kharismatik Pada Pemilu 2024

Gaya kepemimpinan kharismatik menekankan tujuan-tujuan idiologis yang menghubungkan misi kelompok kepada nilai-nilai, cita-cita, serta aspirsi-aspirasi yang berakar dalam yang dirasakan bersama oleh para pengikut. Selain itu kepemimpinan kharismatik juga didasarkan pada kekuataan luar biasa yang dimiliki oleh seorang sebagai pribadi.
Peluang pemimpin kharismatik muncul dalam Pemilu 2024 sangat besar, mengingat Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu merangkul semua komponen rakyat Indonesia dan memperkuat identittas bangsa ini.

Sebagai rakyat Indonesia, kita diwajibkan mengikuti Pemilihan Umum 2024 sebagai pemilih dan mampu memilih di antara calon pemimpin yang ada, seorang pemimpin yang mampu membuat Indonesia maju dan sejahtera diantaranya melalui gaya kepemimpinan yang kharismatik. Pemimpin kharismatik yang muncul dalam Pemilu 2014 dapat menjadi jalan keluar bangsa Indonesia dalam menghadapi 3 Permasalahan utama yang sedang dihadapi saat ini.

*) Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Manajemen SDM, Universitas Trilogi, Jakarta

 

 

 

 

BERITA POPULER

To Top