Market

Pelaku Usaha Didorong Bertransformasi Lewat Pelatihan Pengelolaan Keuangan Terasmitra Fund

Pelaku Usaha Didorong Bertransformasi Lewat Pelatihan Pengelolaan Keuangan Terasmitra Fund
Peserta diajak membangun learning mindset dan perilaku mengelola bisnis, bukan sekedar berjualan/Foto: istimewa

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Para pelaku usaha baik UKM maupun perusahaan besar di Indonesia didorong terus meningkatkan kapasitasnya dengan memperkuat pengelolaan bisnis dan keuangan secara berkelanjutan. Adalah Yayasan Terasmitra bersama Pena Bulu serta FIA Universitas Indonesia (UI) bersinergi dengan menggelar pelatihan pengelolaan keuangan sebagai langkah nyata untuk peningkatan kapasitas bisnis pelaku bisnis di Indonesia. Adapun kegiatan ini berlangsung sejak Kamis (12/2/2026) hingga Sabtu (14/2/2026) di Kalibata. Seluruh rangkaian pelatihan dirancang secara terpadu, yaitu pemahaman konsep, praktik langsung, hingga evaluasi hasil belajar. Peserta diajak membangun learning mindset dan perilaku mengelola bisnis, bukan sekedar berjualan. Setiap materi yang diberikan dirancang agar bisa langsung diterapkan sesuai dengan kondisi usaha masing-masing.

Pada hari pertama, peserta diajak mempraktikkan cara berpikir bisnis yang lebih terarah dan sistematis. Materi dimulai dari dasar-dasar kewirausahaan hingga penyusunan Business Model Canvas (BMC). Adalah Mohamad Tamzil dari Pena Bulu menyampaikan materi “Sukses dalam usaha bukan hanya soal modal atau lokasi, tetapi soal cara berpikir dalam mengelola risiko, mengambil keputusan dan membangun sistem bisnis yang rapih”.”Lewat BMC, peserta belajar mengenali target pasar, menentukan nilai produk, hingga menyusun strategi distribusi dan hubungan dengan pelanggan,” ujar Tamzil lagi, di Jakarta.

Dengan cara ini, kata Tamzil, peserta tidak hanya cermat dalam menentukan segmen konsumen, tetapi juga bagaimana bisa menciptakan produk yang benar-benar dibutuhkan dan mampu bersaing di pasar. Berikutnya, peserta diberikan pemahaman dasar keuangan, seperti bagaimana merinci biaya-biaya untuk menentukan harga pokok produksi secara akurat dan menghindari pemborosan, serta menguji kelayakan usaha agar risiko kerugian bisa ditekan sejak awal.

Memasuki hari kedua, pelatihan disertai dengan pembelajaran dari dan oleh peserta dengan fasilitasi Pena Bulu dan Tim Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, yakni M Mohamad Tamzil dan Novita Ikasari dari FIA UI. Kedua pengajar ini mengajak peserta untuk mengecek kembali data usaha para peserta dan saling belajar dari kasus peserta lain.

Pada hari terakhir, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok. Novita Ikasari bersama tim dari FIA UI, Maria Eurelia Wayan dan Giancarlo Uring sebagai fasilitator mengajak peserta untuk mengaplikasikan pengelolaan keuangan bisnisnya. Peserta diperkenalkan dengan konsep Break Even Point (BEP), yaitu angka penjualan minimum yang harus dicapai agar biaya yang dikeluarkan impas.

Menurut Novita Ikasari bahwa praktik materi ini memberikan pencerahan kepada peserta terutama yang memiliki produk dengan beberapa varian. “BEP dan strategi harga menjadi penting saat bertemu dengan kemampuan membayar (ability to pay) dan keinginan membayar (willingness to pay) dari segmen yang dituju. Suasana belajar ini menciptakan ruang belajar yang kolaboratif, di mana peserta bisa saling belajar dan saling menguatkan,” jelasnya.

Sementara itu Nanang AS dari TMFund menegaskan bahwa pentingnya pelatihan ini dengan penekanan pada pengelolaan keuangan sebagai kunci utama keberhasilan usaha. Peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga didorong untuk menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan bisnis sehari-hari. “Diharapkan Peserta paham bahwa skema pendanaan TM Fund sebagai peluang untuk mengembangkan usaha perlu didukung dengan pengelolaan keuangan yang baik,” terangnya.

Lebih dari sekadar pelatihan, sambung Nanang, bahwa kegiatan ini menjadi ruang transformasi bagi pelaku usaha. Dari yang sebelumnya hanya mengandalkan intuisi, kini peserta mulai beralih ke pendekatan yang lebih sistematis, terukur, dan berbasis analisis. “Dengan bekal ini, diharapkan mereka mampu meningkatkan daya saing dan menjaga keberlangsungan bisnisnya di masa depan,” pungkasnya.*

Penulis : Iwan Damiri
Editor : Budiana

BERITA POPULER

To Top