Pertanian

Diduga Pipa Milik Pertamina Bocor, Parta Minta Aparat Usut Matinya Ratusan Tanaman Mangrove di Kawasan Benoa

Diduga Pipa Milik Pertamina Bocor, Parta Minta Aparat Usut Matinya Ratusan Tanaman Mangrove di Kawasan Benoa
Anggota Komisi III DPR I Nyoman Parta di Kawasan Benoa, Bali melihat langsung rusaknya tanamana Mangrove/Foto: eko

BALI, SUARAINVESTOR.COM– Ratusan pohon mangrove jenis Sonneratia Alba (prapat), Rhizophora Apiculata (bakau), Avicennia Marina (api api) terlihat mati di sekitar areal atau kawasan Pelindo Benoa, persis di tepi barat jalan pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan. Padahal tanaman mangrove berfungsi krusial sebagai  pelindung pesisir alami dari abrasi, erosi, tsunami, dan intrusi air laut. Selain itu, mangrove efektif menyerap karbon dioksida, mencegah perubahan iklim, serta meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir melalui ekowisata dan hasil perikanan

Kondisi pemandangan alam yang “rusak” itu mengganggu masyarakat, termasuk Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta yang selama ini aktif menanam tumbuhan mangrove di berbagai lokasi di Bali. Saat pulang dari Jakarta dan melewati jalan Tol Bali Mandara, Legislator PDIP itu merasa terkejut dan kecewa dengan fakta yang dilihatnya.

Diduga Pipa Milik Pertamina Bocor, Parta Minta Aparat Usut Matinya Ratusan Tanaman Mangrove di Kawasan Benoa

I Nyoman Parta menyusuti Kawasan Benoa bersama para nelayan melihat langsung situasi lapangan/Foto: eko

Nyoman Parta menepikan mobil lalu mencari nelayan sekitar, lalu melalukan peninjauan langsung ke area laut, serta ditemani oleh Komunitas Pecinta Mangrove yang sangat memahami persoalan mangrove yaitu Mangrove Ranger dan kelompok nelayan Simbar Segara.

Setelah melakukan pendalam sementara, Nyoman Parta menduga ratusan pohon mangrove itu mati karena diduga adanya pipa BBM milik Pertamina yang bocor. Dugaan ini diperkuat karena sekitar November 2025 ada pemeliharaan atau perbaikan pipa BBM di jalur distribusi dari Pelabuhan Benoa ke Pangkalan Pertamina Pesanggaran.

Pun atas pengakuan para pecinta mangrove bahwa pohon-pohon mangrove tersebut mulai layu di bulan itu. Diduga kuat pada saat itulah ada kebocoran pipa BBM sehingga terjadinya rembesan minyak penyebab matinya mangrove. “Saya curiga ini matinya tidak faktor alami. Memang perlu dibuktikan tapi berdasarkan informasi awal ada kebocoran pipa milik pertamina atau perusahaan yang ada di sini,” kata Nyoman Parta kepada wartawan melalui pesan WhatApps (WA), Minggu (22/2/2026).

Pohon Mangrove yang mati di areal tersebut diperkirakan mencapai 200 pohon hingg 300 pohon. Berdasarkan tekstur kekeringan pada ranting mangrove menunjukan matinya sudah cukup lama karena sudah sangat kering.

Nyoman Parta meminta pihak Tahura, Pelindo, Jasa Marga, Pertamina dan Indonesia Power untuk bertanggung jawab. “Ini tak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Parta juga meminta pihak penegakan hukum untuk mengusut tuntas siapa dalang dan harus bertanggung jawab atas matinya ratusan pohon mangrove tersebut. “Saya mohon kepada pihak Polda Bali, Kejati Bali untuk mengusut siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Ini pohon mangrove di pinggir jalan yang bisa dilihat oleh semua orang, masa dibuat mati tanpa pertanggungjawaban,” tegasnya.***

Penulis : Hery Lazuardi
Editor   : Hery Lazuardi

BERITA POPULER

To Top