JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR mendesak Menteri BUMN Erick Thohir untuk turun tangan menangani kisruh kebijakan rasionalisasi, alias PHK ratusan tenaga Aviation Security (Avsec) di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Karena proses restrukturisasi dan holdingisasi BUMN tidak boleh merugikan dan mengabaikan hak-hak karyawan. “Saya mohon Menteri BUMN memberikan perhatian khusus terhadap masalah PHK ratusan tenaga Avsec, Bali,” kata Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan Menteri BUMN, Erick Thohir dan Wamen I, Pahala S Masury dan Wamen II, Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Kamis (2/12/2021).
Legislator dari Pulau Dewata ini membeberkan ada sekitar 360 tenaga keamanan (Avsec), Bandara Bali yang terancam kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari PT Angkasa Pura (AP) I.
Padahal ada semacam “kesepakatan” antara Komisi VI DPR dan Kementerian BUMN terkait restrukturisasi tidak boleh mengabaikan karyawan. “Padahal dalam UU Ciptaker sudah dijelaskan bahwa pekerja tenaga security, dalam peraturan yang menyatakan sebagai tenaga penunjang sudah dicabut,” ungkapnya lagi.

Erick Thohir (Membelakangi Camera) Berjanji Kepada Nyoman Parta Cari Solusi Kasus Avsec Bali/Foto: Anjasmara
Oleh karena itu, Anggota Fraksi PDIP ini meminta agar proses rekrutmen ketenagakerjaan (SDM) yang ada di seluruh BUMN harus dibenahi ke depan, bersamaan dengan kebijkan restrukturisasi dan holdinglisasi BUMN.”Yang paling peting itu, BUMN harus menjadi contoh dalam proses hubungan industrial. Karena ada etalase negara di situ, bahwa negara tidak bileh memperlakukan, rakyatnya yang bekerja, dengan cara-cara yang tidak baik, jadi kami mohon ada solusi Pak Menteri,” terangnya lagi.
Parta menjelaskan bahwa dengan pelonggaran PPKM telah membuat denyut pariwisata Bali mulai tumbuh. Bahkan kalangangan pengusaha pariwisata optimis industri akan tumbuh. “Apalagi turis asing sudah mulai berdatangan mulai dari 200 orang, lalu 300 orang hingga 12.000 orang.”
Mulai bangkitnya pariwisata, Parta dengan tegas menolak adanya PHK sepihak tenaga Avsec Bandara Bali. “Jangan lakukan rasionalsiisi ketika ada harapan pariwisata akan tumbuh, toh jumlah Avsecnya hanya 360 orang,” ucapnya.

Wamen II, Kartika Wirjoatmojo Sedang Menjelaskan Kepada I Nyoman Parta/Foto: Anjasmara
Kalaupun memang PT.AP I sedang kesulitan, lanjut Parta lagi, bisa dilakukan penundaan PHK sekitar 6 bulan ke depan. Hal ini mengingat akan ada sejumlah acara penting berskala internasional. “Apalagi kegiatan-kegiatan di Bali, tentu akan memberikan dampak petumbuan ekonomi. Sehingga melewati kunjungan ke AP I, tentu akan memberikan dampak pendapatan untuk AP I.”
Lebih lanjut Parta menambahkan bahwa pada satu sisi ada harapan ekonomi akan tumbuh. Namun di sisi lain ada kebijakan perusahaan mau memutus PHK. “Padahal, ke depan Bali akan banyak menggelar kegiatan internasional, jadi tidak baik kalau tenaga Avsec ini dikurangi. Jadi faktor keamanan bisa berpotensi tergangu, tentu tidak baik kesannya untuk pariwisata Bali,” imbuhnya.
Setuju Tunda PHK
Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir dan Wakil Menteri II, Kartika Wirjoatmojo merespon kasus PHK Avsec, Bali. Dia sepakat bahwa rasionalisasi tenaga Avsec Bandara, Bali akan ditunda selama 6 bulan dan menunggu perkembangan pariwisata Bali. “Pun, kelancaran kegiatan rangkaian G-20 di Bali,” ujarnya dalam raker tersebut.
Menurut Tiko-sapaan akrabnya, jadi untuk 6 bulan ke depan Security Avsec bisa bekerja seperti biasa dan tidak ada yg diberhentikan. “Astungkara pariwisata Bali segera bangkit sehingga tidak perlu ada rasionalisasi atau pengurangan personil Security Avsec,”pungkasnya. ***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Kamsari








