Nasional

NU Circle Gelar FKN 2020

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Jaringan Masyarakat Profesional Nahdliyin (NU Circle) menggelar Forum Kesehatan Nusantara (FKN) 2020. Forum digelar untuk memetakan masalah ketahanan kesehatan nasional sekaligus memberik sumbangan penting bagi pemerintah dalam membangun Strategi Kesehatan Nasional (Strakesnas) 2024.

“Sesuai dengan misi besar NU Circle di bidang kesehatan, kami sangat serius memastikan terciptanya Generasi Emas Indonesia yang sehat sehingga dapat memimpin bangsa ini di masa yang akan datang,” tegas Ketua Umum NU Circle Dr. R. Gatot Prio Utomo (Gus Pu) di Jakarta, Jumat (20/11/2020) usai membuka webinar FKN 2020.

FKN dilakukan melalui aplikasi webinar secara daring dan diselenggarakan berseri mulai 20 November 2020 hingga 29 Januari 2021. Webinar mengambil tema strategis yaitu “Menelah dan Menata Ulang Ketahanan Kesehatan Indonesia.”

“Kegiatan ini membantu pemerintah untuk menggali masukan, mengupas dan memetakan masalah ketahanan kesehatan Indonesia, saran/review kebijakan, dan memberikan gambaran dan tantangan ekosistem kesehatan di masa depan,” imbuh Gus Pu.

Forum Kesehatan Nusantara (FKN) 2020 secara daring dibuka Ketua Umum NU Circle Dr. R. Gatot Prio Utomo (Gus Pu) di Jakarta, Jumat (20/11/2020). Forum mulai 20 November 2020 hingga 29 Januari 2021 mengambil tema “Menelah dan Menata Ulang Ketahanan Kesehatan Indonesia.”. (Foto : Humas NU Circle)

Menurut Gus Pu, saat ini Indonesia memiliki kurang lebih 15.000 fasilitas kesehatan tingkat pertama yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, 160.000 dokter umum dan spesialis, serta 230 juta penduduk Indonesia telah terdaftar dalam sistem jaminan kesehatan nasional (JKN).

“Angka kematian ibu dan angka kematian bayi Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup serta 27 per 1000 kelahiran masih merupakan yang tertinggi di ASEAN padahal kedua variabel ini termasuk ke dalam indikator kemajuan suatu bangsa di dunia,” katanya.

Selain itu masih tingginya angka kejadian stunting saat ini sebesar 30,8 %, akan menjadi beban tersendiri dalam menuju Indonesia emas tahun 2045.

“NU circle mencoba untuk menelaah, dan menggali beberapa bagian permasalahan dalam sistem kesehatan Indonesia, dalam rangka membantu pemerintah untuk menata ulang ketahanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kesehatan Nusantara Prof. Dr. dr. Budi Wiweko,Sp.OG menegaskan Indonesia saat ini memiliki 3 permasalahan besar kesehatan yaitu Penyakit Infeksi, Penyakit Tidak Menular dan Penyakit New Emerging di tengah era revolusi industri 4.0.

Data riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan buruknya semua indikator penyakit degeneratif, mulai dari obesitas, kebiasaan merokok, anemia pada ibu hamil, hipertensi, penyakit ginjal kronik dan kencing manis.

“Tidak kurang dari 21.8% proporsi penduduk Indonesia yang mengalami obesitas, 2 persen prevalensi kencing manis serta 3.8 per mil penderita penyakit ginjal kronik pada populasi di atas usia 15 tahun. Angka ini tergolong cukup tinggi bila dibandingkan dengan prevalensi di negara tetangga atau pun negara maju di dunia,” sebut Budi Wiweko.

Acara webinar ini menghadirkan para profesional di bidang kesehatan seperti dr. Ivan Rizal Sini, MD. FRANZCOG, GDRM, SpOG (Chairman of Bunda Hospital Grup), Prof. Dr. dr. Mardarina Julia Sp.A(K), MPH, Ph.D (PDNU), Prof. Raldi Artono Koestoer (Guru Besar FTUI-Penggagas Inkubator Gratis), Dr. Dicky Pelupessy (NU Circle), dr. Dripa Sjabana, M.Kes (PDNU), Ariadi Anaya (Ketua Pokja Ekonomi Digital NU Circle), Dr. dr. Ined Wan Nedra Sp.A (PDNU), Prof. Dr. Fasli Jalal (Rektor YARSI), dr. Heri Munajib (PDNU), dr. Arif Wibowo, Sp.JP, Ph.D (PCINU Belgia/PDNU), dr. Daeng M Faqih, SH, MH (PDNU), Berly Martawardaya (Wakil Ketua Umum NU Circle), Dr. dr. Armyn Nurdin, M.Kes (PDNU), Dr. Ahmad Syaq (NU Circle), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB (Dekan FKUI). (hdt)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top