Nasional

Neng Eem FPKB DPR Bagikan Ratusan APD ke Rumah Sakit di Cianjur

CIANJUR, SUARAINVESTOR.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menyerahkan ratusan alat pelindung diri (APD) untuk dibagikan ke rumah-rumah sakit yang menangani pasien coronavirus disease (COVID-19) di Kabupaten Cianjur.

Penyerahan ratusan APD tersebut dilakukan melalui Posko PKB Tanggap COVID-19 yang dikelola oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Cianjur.

“Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19 dan mereka termasuk kelompok yang sangat rentan tertular karena interaksinya dengan para pasien. Oleh karena itu, tugas mulia yang tengah mereka jalankan sudah seharusnya mendapatkan dukungan, salah satunya dengan menyediakan alat pelindung diri yang memenuhi standar dan jumlahnya mencukupi,” kata Neng Eem di Cianjur, Minggu (19/4).

Neng Eem juga menyatakan turut berduka cita atas jatuhnya korban COVID-19 dari kalangan tenaga medis (nakes) yaitu dokter dan perawat. Pada 16 April lalu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan ada 24 dokter yang meninggal karena COVID-19, termasuk satu orang dokter di Kota Bogor. Sementara itu, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menyatakan sebanyak 12 perawat meninggal akibat COVID-19 pada periode 12 Maret hingga 11 April 2020.

“Kepedulian kita bersama, akan membantu para nakes menjalankan tugasnya dengan baik. Sekarang ini, setiap individu dapat berkontribusi meringankan tugas para nakes dengan mengikuti himbauan Pemerintah untuk melakukan physical distancing dan menahan diri untuk tetap tinggal di rumah. Dengan begitu saja, sudah sangat membantu mereka,” kata Neng Eem berharap.

Karena itu, Neng Eem meminta Pemerintah untuk lebih memperhatikan keselamatan para tenaga Kesehatan seperti diamanatkan Undang-undang (UU) Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Salah satu poin dalam Pasal 57 UU Tenaga Kesehatan dinyatakan bahwa tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik berhak untuk memperoleh pelindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai-nilai agama.

“Para nakes yang gugur dalam menjalankan tugasnya menangani pasien COVID-19 adalah pahlawan. Di saat kita harus melakukan pembatasan sosial dengan sesama manusia, para nakes ini justru harus mengurus dan menjaga pasien COVID-19 sebagai bagian dari tanggung jawabnya. Oleh karena itu, para nakes yang telah gugur harus mendapatkan penghormatan yang layak,” jelas Neng Eem.

Selain itu Neng Eem menyayangkan terjadinya perlakuan yang tidak menyenangkan yang dialami para nakes yang menangani pasien COVID-19. Seperti pengusiran dari tempat kos dan penolakan tetangga. Apalagi, di beberapa daerah di Indonesia terjadi sejumlah kasus penolakan pemakaman nakes korban COVID-19.

Di Kabupaten Cianjur sendiri, setelah bertahan menjadi daerah dengan zero positif corona di Jawa Barat sejak penemuan pasien pertama positif corona di Indonesia awal Maret lalu, ditemukan satu kasus pasien positif corona pada 18 April kemarin.

Dengan demikian, jumlah kasus corona di Cianjur menjadi 1 orang positif, 33 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 587 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top