Nasional

NasDem Tolak Penambahan 11 Kursi Pimpinan MPR

JAKARTA, Wacana penambahan kursi pimpinan DPR, MPR dan DPD masih menjadi perdebatan antara pemerintah dengan DPR melalui revisi UU MD3 (MPR, DPR, DPD, DPRD). Untuk MPR dari 5 pimpinan menjadi 11, DPR yang semula 5 menjadi 10, dan DPD yang semula 3 menjadi 5 pimpinan dengan mengakomodir GKR Hemas dan Farouk Muhammad.

“Kalau Fraksi NasDem sudah memutuskan menolak penambahan kursi pimpinan tersebut karena melihat waktu periode jabatan yang hampir habis. Mengingat tahun 2018 akan menjadi tahun politik dan anggota DPR akan mulai fokus ke Pileg dan Pilpres 2019,” tegas anggota DPR RI F-NasDem Syarif Abdullah Alkadrie pada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Dengan pertimbangan waktu yang mepet tersebut, maka kinerja pimpinan juga tak akan optimal. “Jadi, usulan penambahan 6 kursi pimpinan untuk MPR itu kurang tepat. Sementara pemerintah sebelumnya sudah sepakat dengan menambah 1 kursi pimpinan pada setiap lembaga dan suratnya sudah keluar,” ujarnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Baleg DPR Firman Soebagyo menyatakan pemerintah telah setuju bila kursi pimpinan parlemen ditambah. Namun pemerintah sepakat untuk menambah 1 kursi pimpinan pada masing-masing lembaga.

“Kalau pemerintah, ya beliau (Menkum HAM Yasonna) sendiri, berpegang pada keputusan rapat paripurna yang sudah disetujui oleh DPR dan oleh Presiden sebagai usulan draf pemerintah, yakni surat presidennya, yakni 1-1 (tambah satu kursi pimpinan DPR dan MPR),” jelas politisi Golkar itu, Kamis (8/6/2017).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top