BOGOR, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR mengkritik peran BUMDes yang belum maksimal dalam pemberdayaan masyarakat, karena ternyata kehadirannya belum mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. “Sekarang ini hanya sebagai ceremonial belaka, dan bahkan hanya untuk mengakomodir para tim sukses kepala desa,” kata Anggota Komisi V DPR Mulyadi, Minggu (6/6/2021).
Calon Gubernur Jawa Barat ini menggambarkan bagaimana BUMDes sekarang justru menjadi tempat mencari jabatan dari para Timses Kepala Desa. “Jadi BUMDes ini bukan menjadi profit center, justru malah menjadi cost center,” ujarnya lagi
Dengan kondisi BUMDes seperti ini, maka Politisi Partai Gerindra mengkhawatirkan BUMDes hanya sekedar obyek pencari proyek semata. Hal-hal semacam ini kalau pengawasannya dan SOP nya lemah, justru menjadi potensi baru korupsi bagi masyarakat desa.
Karena itu, Mulyadi mendorong BUMDes perlu direvitalisasi, baik persoalan tata kelola, SDM hingga target-targetnya. Sehingga BUMDes bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.
Selain menyoroti masalah BUMDes, Mulyadi mendesak agar peran Kemendes lebih signifikan terhadap masyarakat. Indikator knerja Kementerin Desa tidak selalu bersandar pada serapan anggaran. “Tapi bagaimana program dan anggaran itu bisa tepat sasaran dan memiliki nilai tambah terhadap kualitas kehidupan bermasyarakat. Jadi penting sekali melibatkan stakeholder di daerah,” imbuhnya. ***








