Market

Mirae Asset : Konflik Timur Tengah Berimbas Terbatas ke IHSG

Mirae Asset : Konflik Timur Tengah Berimbas Terbatas ke IHSG
Head of Investment Specialist PT Syailendra Capital Teguh Bagja S (kiri), Head of Fund Services PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Francisca Gerungan (tengah), Head of Investment Information Mirae Asset Martha C (kanan) dalam acara Media Day: October 2023/Sumber Foto: Dok. Mirae Asset

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Konflik Israel dengan Hammas di Timur Tengah akan berdampak relatif terbatas terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di dalam negeri. Aksi window dressing umumnya dilakukan dengan membeli efek-efek di pasar modal secara lebih agresif, sehingga membuat pasar saham bergerak positif. “Pengaruh konflik Israel dengan Hammas ke IHSG relatif terbatas, selama tidak menyebar ke negara- negara sekitar, terutama negara produsen minyak,” kata Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina dalam acara Media Day di Pacific Century Place Tower, Jakarta, Selasa, (17/10/2023).

Lebih jauh Martha, menjelaskan para pelaku pasar tetap perlu mewaspadai apabila nantinya konflik meluas, yang dapat menyebabkan harga minyak mentah dunia (WTI) melonjak mencapai 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. “Tentu saja ada ancaman dari kenaikan harga minyak, itu yang bisa meningkatkan inflasi. Kalau saat ini, proyeksinya belum ada perkiraan bahwa akan ada ke level sana (100 dolar AS per barel),” ujar Martha.

Marta menambahkan saat ini hampir semua negara di dunia sedang berperang dengan inflasi, yang salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga energi. “Kalau misalnya harga minyak semakin tinggi, akan lebih banyak negara yang suffer. Jadi, sedini mungkin dicoba untuk diredam,” ujar Martha.

Martha mengatakan, saat ini, perhatian pelaku pasar masih pada konflik antara Israel dan Hammas, harga minyak bumi dan komoditas lain, serta angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS. “Kami meyakini kondisi pasar akan semakin normal di akhir tahun menjelang aksi window dressing,” ujar Martha.

Secara historis, pihaknya mencatat IHSG hampir selalu menguat pada kuartal IV setiap tahunnya, terutama terkait dengan momentum aktivitas window dressing yaitu kegiatan di mana investor institusi di pasar modal mempercantik portofolionya agar laporan keuangan tahunannya terlihat lebih baik “Sepanjang Oktober dan Desember dalam 10 tahun terakhir, IHSG mencetak rata- rata return 2,1 persen dan 2,6 persen,” ujar Martha.***

Penulis      :    Iwan Damiri

Editor        :    Kamsari

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top