Industri & Perdagangan

Meski Bahan Baku Sulit, UMKM Surabaya Genjot Produksi Baju Hazmat

SURABAYA, SUARAINVESTOR.COM-Kemenperin sempat menyebutkan Indonesia membutuhkan 12 juta Alat pelindung diri (APD), baik masker, baju hazmat dan lain-lainnya. Peluang ini segera ditangkap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk yang berada di Surabaya, Jawa Timur.

Pengusaha UMKM, Andy Hwantono yang awalnya memproduksi tas kemudian beralih membuat alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat untuk membantu tenaga medis yang menangani pasien COVID-19. “Ini sebagai bentuk partisipasi kami untuk tenaga medis, mengingat hingga kini masih kekurangan APD, padahal mereka di garda terdepan,” katanya di Surabaya, Jumat, (11/4/2020).

Sebelum merebaknya COVID-19, Andy mengaku pelaku UMKM yang memproduksi berbagai tas, baik pesanan maupun dijual sendiri. Namun saat ini beralih membuat APD, termasuk pelindung wajah bagi tenaga medis serta masker kain. Saat awal COVID-19 menjangkiti Jatim, Andy sempat berpikir merumahkan puluhan pegawainya karena tak ada pesanan.

Namun, kata dia, rekanannya dari instansi pemerintahan maupun swasta yang juga pelanggan tas produksinya menginformasikan tingginya harga baju hazmat sehingga diminta memproduksinya. “Akhirnya kami membuat, tentu tetap dengan standar medis. Ada yang kami sumbangkan, tapi ada juga pesanan. Intinya, kami berusaha membantu sebisanya,” ucapnya.

Dalam sehari, ia mampu membuat 500-700 baju hazmat pesanan dalam dan luar kota. Hanya, lanjut dia, saat ini yang sulit adalah bahan baku sehingga diharapkan pemerintah mengimpor bahan Non-Woven Polypropylene Spunbond 75 gram agar tetap bisa memproduksi dan memenuhi kebutuhan APD dengan harga terjangkau.

“Bahan baku yang sekarang harganya tinggi sekali, dan satu sisi bahannya juga langka. Jadi, sekarang ini ketersediaan bahan baku sangat dibutuhkan,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top