Market

Mau Naikkan BBM, Sartono: Pemerintah Mau Jalan Pintas, Tidak Inovatif

Mau Naikkan BBM, Sartono: Pemerintah Mau Jalan Pintas, Tidak Inovatif
Anggota Komisi VII DPR, Sartono Hutomo/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR menilai pemerintah plin plan terkait rencana kenaikkan harga BBM bersubsidi. Wacana ini tentu berbanding terbalik dengan pernyataan APBN yang mengalami surplus Rp106 Triliun. “Ada inkonsistensi dari sikap pemerintah, karena belum sepekan kita disuguhi pernyataan Presiden terkait APBN kita yang surplus,” kata Anggota Komisi VII DPR, Sartono Hutomo kepada wartawan, Senin (22/8/2022)

Bahkan Politisi Demokrat ini mengkritik wacana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebagai langkah yang tidak kreatif, alias hanya mau enaknya saja. “Menaikan harga BBM itu adalah jalan pintas, bukan hanya tidak populer tetapi juga tidak inovatif,” ungkapnya lagi.

Sartono menambahkan pemerintah harus lebih berfikir bagaimana mengembangkan bahan mentah migas.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan solar pekan depan. “Mungkin minggu depan presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga (BBM) ini,” ucap Luhut dalam kuliah umum di Universitas Hasanudin, Jumat (18/7/2022).

Menurut Luhut, pemerintah harus menaikkan harga BBM subsidi karena harga minyak mentah dunia melonjak usai perang Rusia-Ukraina. Hal itu akan membuat belanja subsidi energi kembali membengkak. “Jadi presiden sudah mengindikasikan, tidak mungkin kita pertahankan demikian, karena harga BBM kita termurah se-kawasan dan itu beban untuk APBN,” jelas Luhut.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp502 triliun atau naik dari rencana awal yang hanya Rp170 triliun. ***

Penulis    :   Iwan Damiri
Editor      :   Eko

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top