JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–BTPN Syariah terus memperkuat pendampingan untuk masyarakat inklusi dengan memberikan akses pengetahuan dan pendampingan nasabah. Salah satu upaya perseroan dalam pendampingan melalui salah satu program unggulan BTPN Syariah yang menyasar segmen ultramikro yakni Bestee. “Bank memberikan program pendampingan yang naik kelas melalui program Bestee yang melibatkan mahasiswa,” kata Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad di Jakarta, Rabu, (7/2/2024).
Selain itu, Fachmi, BTPN Syariah juga memberikan berbagai program imbalan (reward) dimana salah satunya nasabah akan mendapatkan insentif jika rutin hadir di kumpulan atau Pertemuan Rutin Sentra (PRS). “Sejauh ini, sudah lebih dari 49 ribu ibu-ibu nasabah yang mendapatkan pendampingan dari 1.821 mahasiswa dalam memajukan usahanya di lebih dari 827 kecamatan di Indonesia,” ujarnya.
Semua program tersebut merupakan upaya bank agar masyarakat inklusi bertahan dan tetap tumbuh di tengah kondisi yang masih menantang seperti sekarang. Adapun, berbagai program pemberdayaan BTPN Syariah telah berdampak langsung terhadap ibu-ibu nasabah.
Berdasarkan hasil survei Poverty Probability Index (PPI) terhadap nasabah yang sudah bergabung dalam lima tahun terakhir, tercatat bahwa jumlah keluarga yang memiliki tempat tinggal layak meningkat menjadi 94,6 persen, memiliki toilet layak meningkat menjadi 85,3 persen, serta jumlah keluarga dengan anak bersekolah terus meningkat menjadi 92,5 persen.
Tak hanya itu, lanjut Fachmy, survei Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) menunjukkan bahwa nasabah BTPN Syariah mengalami penurunan kemiskinan ekstrem sebesar 7,4 persen setelah 3 tahun menjadi nasabah.
Dari sisi kinerja, meski kondisi belum sepenuhnya pulih pasca pandemi COVID-19 terutama bagi segmen ultra mikro, BTPN Syariah tetap mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,08 triliun disertai rasio keuangan yang sehat dan kuat dengan pengembalian atas aset (Return of Asset/RoA) 6,3 persen dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) 51,6 persen sepanjang 2023. Sementara, bank juga terus menyalurkan pembiayaan untuk masyarakat inklusi sebesar Rp11,38 triliun.***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Kamsari








