SURABAYA,SUARAINVESTOR.COM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto menegaskan bahwa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Surabaya memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung terwujudnya kemandirian teknologi maritim Indonesia. Menurutnya, perkembangan karakter peperangan modern saat ini semakin bergantung pada penguasaan teknologi dibandingkan kekuatan personel semata.
Hal itu disampaikannya saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi I DPR RI melakukan kunjungan ke Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/6/2026). Kunjungan ini dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengembangan teknologi pertahanan maritim dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertahanan.
“Perang sekarang sudah sangat berubah, tidak lagi mengandalkan orang, tetapi mengandalkan teknologi. Karena itu, STTAL menjadi sangat penting sebagai pusat lahirnya berbagai inovasi dan rancangan teknologi pertahanan maritim nasional,” ujar Anton kepada Parlementaria usai kunjungan.
Ia menjelaskan, Indonesia tidak hanya membutuhkan industri pertahanan yang mampu memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga harus mampu menghasilkan desain dan teknologi yang menjadi fondasi pengembangannya. Oleh karena itu, Komisi I DPR RI memandang STTAL sebagai institusi strategis yang berperan dalam menyiapkan berbagai konsep dan inovasi teknologi pertahanan, mulai dari kapal perang, kapal selam, hingga teknologi pesawat nirawak.
Menurut Anton, berbagai hasil riset dan inovasi yang dihasilkan STTAL perlu didukung agar tidak berhenti pada tahap penelitian semata, melainkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional. Ia mengapresiasi penjelasan yang disampaikan pimpinan STTAL mengenai berbagai program, capaian, serta kebutuhan yang masih perlu dipenuhi.
“Komisi I DPR RI akan berupaya memperjuangkan berbagai kebutuhan yang diperlukan. Sebab tanpa dukungan anggaran yang memadai, berbagai program dan inovasi yang baik akan sulit diwujudkan,” kata Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.
Selain itu, Anton juga menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam menghadapi perkembangan teknologi militer yang semakin kompleks. Menurutnya, kualitas lulusan dan peneliti STTAL perlu terus ditingkatkan melalui berbagai pengujian kompetensi dan kerja sama yang dapat mengukur kemampuan mereka sesuai standar global.
Dalam kesempatan itu, Anton turut menyoroti kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan di lingkungan STTAL, khususnya pada beberapa sarana yang memerlukan pembenahan. Ia menyebut Komisi I DPR RI akan memasukkan kebutuhan tersebut dalam pembahasan anggaran agar proses pendidikan dan penelitian dapat berjalan lebih optimal.
Lebih lanjut, Anton menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan riset dan inovasi pertahanan nasional sangat ditentukan oleh dua faktor utama, yakni ketersediaan SDM yang unggul dan dukungan anggaran yang memadai.
“Yang pertama SDM-nya, yang kedua anggarannya. Dua-duanya harus ada agar hasil riset dan inovasi dapat dimanfaatkan untuk pengembangan alutsista nasional,” pungkasnya.
Penulis: M Arpas
Editor: Budiana








