JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menegaskan bahwa pembangunan kesejahteraan sosial tidak dapat lagi hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi sosial, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Panitia HUT Ke-59 DNIKS, Dr. Sapuan, SE, MM, Ak, CA, CPA, CFI, saat menyampaikan laporan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-59 DNIKS yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Ikut Memajukan Kesejahteraan Umum: Kolaborasi Multipihak dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial yang Inklusif.”
Dalam laporannya, Sapuan mengatakan peringatan HUT ke-59 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang DNIKS sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan Sejak berdiri, DNIKS telah menjadi wadah berhimpunnya berbagai organisasi sosial yang terus memperkuat semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan. “Selama hampir enam dekade, DNIKS telah menjadi wadah berbagai organisasi sosial yang bersama-sama memperkuat semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tuturnya
Lebih jauh Sapuan menegaskan bahwa semangat tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan ke dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan menjelang peringatan HUT ke-59 DNIKS. Rangkaian kegiatan Road to HUT Ke-59 DNIKS telah dimulai sejak Mei 2026 dengan berbagai program sosial yang menyasar kelompok rentan. Di antaranya pelatihan teknologi informasi bagi penyandang disabilitas, masyarakat prasejahtera, dan lanjut usia, gerakan berbagi bagi kelompok rentan, Sarasehan NU dan Kesejahteraan Sosial, khataman Al-Qur’an, syukuran dan refleksi perjalanan organisasi, hingga peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang diselenggarakan bersama Lions Club dan Perpina DKI Jakarta di Mall Kebayoran Park.
Menurut Sapuan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan hari jadi organisasi harus menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat. “Keseluruhan rangkaian kegiatan mencerminkan bahwa peringatan hari ulang tahun DNIKS tidak hanya dimaknai sebagai seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi sosial, pemberdayaan masyarakat, penguatan kolaborasi, dan refleksi organisasi,” ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Pakar DNIKS itu menambahkan, Seminar Nasional yang menjadi puncak peringatan HUT Ke-59 DNIKS diharapkan melahirkan berbagai gagasan strategis untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan kesejahteraan sosial yang semakin kompleks. Persoalan kesejahteraan sosial saat ini membutuhkan pendekatan lintas sektor karena menyangkut berbagai kelompok rentan, mulai dari penyandang disabilitas, lanjut usia, anak, masyarakat miskin, hingga kelompok yang membutuhkan perlindungan sosial.
Melalui forum tersebut, DNIKS berharap lahir praktik-praktik baik serta komitmen bersama dalam membangun sistem kesejahteraan sosial yang lebih inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat sesuai prinsip No One Left Behind. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi sosial, lembaga kesejahteraan sosial, akademisi, dunia usaha, lembaga filantropi, media massa, komunitas, serta berbagai unsur masyarakat.
Mantan Bupati Muko-Muko, Bengkulu itu menilai kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan kesejahteraan sosial merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial, Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia yang hadir sebagai keynote speaker, para narasumber, sponsor, mitra, serta seluruh panitia yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan HUT ke-59 DNIKS.
Ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan, namun hal itu akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program-program DNIKS pada masa mendatang. Menutup laporannya, Sapuan berharap peringatan HUT ke-59 DNIKS menjadi titik awal untuk memperkuat kolaborasi nasional dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. “Semoga peringatan HUT ke-59 DNIKS tidak berhenti sebagai sebuah perayaan seremonial, melainkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi, memperluas kepedulian, dan menghadirkan aksi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan demi terwujudnya cita-cita konstitusi untuk memajukan kesejahteraan umum,” pungkasnya.***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Budiana
