Nasional

Ketua MPR Akui Perlunya Utusan Golongan Di MPR RI

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengakui pentingnya utusan golongan di MPR RI. Karena sejak reformasi 1998 lalu, belum ada utusan golongan. Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah pun mendukung utusan golongan tersebut.

“Setelah silaturahmi dengan NU dan Muhammadiyah, memang perlu dipikirkan hadirnya kembali utusan golongan di MPR RI. Sebab, bicara DPD dan DPR RI ternyata belum mecakup semua aspirasi yang tumbuh di tengah masyarakat,” tegas Bamsoet.

Hal itu disampaikan Bamsoet dalam Diskusi Empat Pilar MPR ‘Refleksi Akhir Tahun MPR 2019’ bersama Wakil Ketua DPD RI, Sultan Najamudin di Kompleks MPR RI Senayan Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Anehnya lagi kata Bamsoet, sejal pemilu 1999 itu bangsa ini
memutuskan sistem politik dengan pemilihan langsung, terjebak pada demokrasi angka-angka. “Siapa yang angkanya besar, itulah yang menang. Bahkan dua kelompok pendukung pilpres mati-matian untuk saling serang saat menunggu hasil pengumuman KPU dan Bawaslu,” jelasnya.

Lalu, untuk MPR RI sendiri lanjut politisi Golkar itu, pertanyaannya siapa yang bisa mewakili aspirasi kelompok minoritas, kelompok kecil, anak-anak suku Baduy, kelompok agama yang yang tidak besar, dan sebagainya. “Kan belum ada yang mewakili kelompok wartawan dan mensejahterakan wartawan,” tambah Bamsoet.

Namun, apakah pilpres dalam amandemen nanti tetap dilakukan secara langsung atau oleh MPR RI, Bamsoet menjamin bahwa pilpres tetap langsung oleh rakyat dan hanya dua periode . Sedangkan, pilkada provinsi, kabupaten dan kota akan dikaji oleh MPR RI. “Pilpres langsung dan dua periode ini sepakat dipertahankan,” ungkapnya.

Hanya saja untuk haluan negara atau GBHN, semua sepakat sebagai pegangan bagi presiden dan wakil presiden dalam menjalankan tugasnya. “NU, Muhammadiyah, dan tokoh masyarakat setuju hadirnya GBHN tersebut,” pungaksnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top