Industri & Perdagangan

Kebijakan Ekonomi Joe Biden Berpotensi Untungkan Indonesia

Joe Biden/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kemenangan Joe Biden sebagai Pilpres Amerika Serikat (AS) diprediksi akan meredam ketegangan perang dagang AS-China. Disisi lain, berpotensi menjadi keuntungan bagi Indonesia, terutama untuk ekspor. “Joe Biden akan memperbaiki hubungan bilateral ekonomi dengan Cina. Dari sisi kebijakan fiskal dan moneter, Biden akan lebih bersifat hati-hati,” kata ekonom Universitas Atmajaya, Jakarta, Rosdiana Sijabat kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Rosdiana menambahkan arah ekonomi Joe Biden kemungkinan sedikit berbeda dari kebijakan ekonomi yang dilakukan Donald Trump. “Stimulus fiskal dan moneternya akan lebih ketat. Dampaknya tentu akan berpengaruh pada aliran modal masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh Alumnus FEB UGM ini memprediksi Biden akan berupaya memperbaiki hubungan Amerika Serikat dengan Cina, khususnya hubungan ekonomi dan perdagangan, yang selama di bawah pemerintah Trump, hubungan mereka dengan Cina sangat buruk. “Perbaikan hubungan ekonomi dengan Cina oleh Biden akan memberi dampak baik bagi Indonesia, karena tentu perbaikan itu akan diikuti perbaikan permintaan produk impor dari Cina ke Amerika Serika,” terangnya lagi.

Jika ini terjadi, lanjut Rosdiana, secara tidak langsung, akan mendorong permintaan produk impor Cina dari negara lain selain Amerika Serikat, termasuk permintaan produk impor dari Indonesia. “Perlu kita ingat, pasar ekspor utama adalah ke Cina dan diikuti Amerika Serikat, ini artinya jika Biden mengambil langkah serius untuk memperbaiki hubungan dagang dengan Amerika, dan kedua negara ini masuk pada fase baru perdamaian dagang, maka Indonesia akan mendapatkan manfaat ekonomi dari perdamaian dagang tersebut,” paparnya.

Namun demikian, sambung Dosen FIABIKOM ini, dampak kebijakan ekonomi Biden bagi perekonomian Indonesia akan bersifat jangka pendek. Kebijakan ekonomi Biden tidak secara drastis mempengaruhi hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat.

Terkait soal ekspor Indonesia era Biden, Rosdiana, menegaskan ekspor Indonesia kemungkinan tidak akan terganggu. Bahkan cenderung arahnya akan semakin baik. Alasannya, perbaikan hubungan dagang dengan Cina, akan diikuti perbaikan hubungan ekonomi. “Bagi Indonesia, perbaikan itu akan semakin menaikkan volume ekspor ke kedua negara tersebut.

Disisi lain, kata Rosdiana, Indonesia baru-baru ini juga mendapatkan perpanjangan pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP). Adanya GSP, maka produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat akan mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk. “Jadi ekspor kita, tidak akan terganggu, karena keringanan tarif itu akan membuat produk kita lebih kompetitif di pasar Amerika. Hingga 2020 ini, Indonesia merupakan negara pengekspor GSP terbesar ke-2 ke pasar Amerika, setelah Thailand, ini artinya produk ekspor dari Indonesia cukup signifikan di bagi Amerika.”

Hanya saja yang akan menjadi tantangan ke depan, menurut Rosdiana, Joe Biden ini lebih menekankan penting renewable energy (energi terbarukan) dan clean energy. “Maka tantangan awal jika Biden konsisten menerapkan kebijakan energi tersebut adalah koreksi pada produk ekspor migas Indonesia ke pasar AS, terutama dari komoditas migas berbasis fosil.”

Namun, katanya, Indonesia tidak perlu terlalu kuatir, karena Amerika Serikat bukan pasar ekspor CPO utama bagi Indonesia. Ekspor CPO utama kita adalah ke China, diikuti negara-negara Uni Eropa, India, Pakistan dan Afrika. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top