Market

KD Tak Sepakat Hapus PCR dan Antigen Bagi Pelaku Perjalanan Domestik

KD Tak Sepakat Hapus PCR dan Antigen Bagi Pelaku Perjalanan Domestik

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Kebijakan pelonggaran bagi pelaku perjalanan domestik yang menggunakan transportasi umum seharusnya baru bisa dilakukan saat vaksinasi booster sudah mencapai 90 persen.
Karena itu, mestinya pelaku perjalanan domestik, baik perjalanan udara, laut dan darat tetap perlu tes PCR maupun Antigen.
“Saya pribadi tidak setuju jika sama sekali tidak swab PCR atau antigen,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti, Jumat, (10/3/2022).

Pasalnya, kata Anggota Fraksi PDIP, pencapaian vaksin booster kepada masyarakat saja belum sepenuhnya. “Bahkan yang sudah booster saja, masih bisa individu terkena Covid dan menularkan ke individu lain,” ujarnya.

Terkait masih rendahnya minat masyarakat terhadap vaksin booster, legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur V ini menduga lebih disebabkan karena keinginan masyarakat yang memilih vaksin yang paling baik menurut mereka. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dimana semua vaksin dinyatakan baik. “Saya lebih melihat banyak masyarakat yang memilih jenis vaksin yang terbaik menurut mereka. Padahal BPOM sudah menyatakan bahwa semua vaksin baik,” ungkap KD, begitu politisi PDI-Perjuangan ini biasa disapa.

Selain itu, menurut KD, banyaknya masyarakat yang memilih vaksin juga disebabkan karena tidak semua vaksin yang dipakai di Indonesia dapat dijadikan penunjang perjalanan Internasional.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang juga sebagai Koordinator PPKM Darurat untuk Jawa dan Bali, Luhut B. Pandjaitan menyampaikan pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 kedua atau Lengkap sudah tidak perlu menunjukan hasil tes antigen maupun PCR negatif. ***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Kamsari

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top