Market

Kasus Covid-19 Meroket, Hafisz: Target Pertumbuhan 7-8 Persen Makin Sulit Tercapai

Achmad Hafisz Tohir
  • JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Melonjaknya kasus Covid-19 akhir-akhir ini makin membuat cemas semua kalangan. Apalagi ditambah makin maraknya Covid- varian Delta yang lebih ganas, sehingga situasi ini dikhawatirkan berdampak negatif target pertumbuhan ekonomi. “Ini sudah 14.536 kasus per 21 Juni 2021,
    Bahkan sudah tertinggi sejak Covid Pebruari 2020. Artinya, kondisi ini
    sudah mulai tak terkendali,” kata Anggota Komisi XI DPR Achmad Hafisz Tohir dalam siaran persnya, Selasa (22/6/2021).

Lebih jauh Mantan Wakil Ketua Komisi XI DPR ini menjelaskan melihat data statistik kenaikan kasus Covid-19 per bulan Juni 2021, maka hal ini membuat sikap makin pesimistis. Karena itu proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kwartal 2 (Q-II) tidak akan bisa mencapai 7-8%, seperti keinginan pemerintah,” ujarnya.

Politisi PAN ini menambahkan meroketnya kenaikan kasus Covid-19 khususnya di Jawa akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mengingat Pulau Jawa memiliki kontribusi terbesar dalam perekonomian nasional. “Target untuk rebound pada Q-II 2021 ini sulit akan tercapai, namun tetap bisa tumbuh di zona positif,” terangnya lagi.

Wakil Ketua BKSAP DPR ini menilai lambatnya proses vaksinasasi terhadap penduduk berpengaruh pada pembentukan herd immunity. Sangat berbeda dengan kebijakan pemerintah AS yang sangat cepat memvaksin warganya, bahkan sudah lebih dari separuh penduduk AS.

Dikutip dari CNN, Rabu (26/5/2021), data CDC menunjukkan, lebih dari 164 juta orang – 49,5 persen dari total populasi AS – telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin Covid-19, dan lebih dari 131 orang – 39,5 persen dari total populasi AS – telah divaksinasi penuh.
“Sedangkan Indonesia baru 12 juta saja di vaccine 2 kali dari 273 juta penduduk,” papar Legislator dari Dapil Sumsel.

Mantan Ketua Komisi VI DPR ini mengakui meskipun  berbagai indikator perekonomian mulai dari indeks manufaktur, keyakinan konsumen, konsumsi listrik, hingga penjualan kendaraan bermotor sudah tumbuh. Namun dengan maraknya serangan Varian Delta Covid-19 ini pertumbuhan ekonomi pasti akan terkoreksi cukup jauh dari target. “Kecuali ada upaya-upaya extra ordinary dari pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 dan variant barunya,” ucapnya singkat.

Yang jelas, kata Wakil Ketua umum PAN ini, maka hal merupakan sikap keniscayaan bahwa Covid-19 harus cepat dikendalikan dengan serius, karena jika ditangani setengah tengah maka ekonomi akan sulit berjalan. Karena tidak mungkin akan bisa melakukan kegiatan normal di sektor apapun termasuk sekolah, rapat rapat, sosial, agama, hiburan, pariwisata yang ujungnya akan menekan kegiatan ekonomi secara nasional,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top