JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Kak Sudarto resmi menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Satuan Komunitas (Mabisako) Pramuka Pandu Ma’arif NU DKI Jakarta masa bakti 2024–2029. Demikian petikan pelantikan yang disampaikan oleh Ketua Harian Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta, Kak Ratiyono, di Aula Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Jakarta Pusat, Jumat, (12/9/2025).
Kegiatan pelantikan tersebut dihadiri pula oleh PWNU DKI Jakarta, Gus Baha, Ketua Sako Pramuka Pandu NU Maarif Nasional, Kak Mujiburrohman, Sekjen Sako Pramuka Pandu NU Maarif Nasional Kak Sholeh Abwa, serta hadir sekitar 100 anggota pengurus dan kader pramuka.

Dalam sambutannya, Kak Ratiyono menyampaikan harapannya agar Sako Pandu Ma’arif NU DKI Jakarta semakin eksis dan konsisten dalam menjalankan pengabdian. “Kami melihat Sako Pandu Ma’arif NU DKI Jakarta selama ini sangat aktif, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat seperti Karya Bakti Lebaran dan penanggulangan bencana. Sako ini diharapkan juga mampu mempertebal keimanan dan ketakwaan bagi anggotanya. Semoga kiprah positif ini terus ditingkatkan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kamabisako Pramuka Pandu Ma’arif NU DKI Jakarta, Kak H. Sudarto, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan ini. “Alhamdulillah, kami bersyukur pelantikan kali ini dapat berjalan dengan baik. Tentu ini menjadi momentum awal untuk Sako Ma’arif NU DKI Jakarta agar semakin eksis dan mampu membuat program-program yang inovatif serta kreatif,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelantikan ini juga merupakan bagian dari upaya memperluas peran Ma’arif NU dalam membina satuan pendidikan. Melalui pangkalan dan gugus depan, Sako Ma’arif NU DKI Jakarta berkomitmen untuk hadir di sekolah maupun madrasah yang berafiliasi dengan Ma’arif NU. “Saya ucapkan selamat bekerja. Semoga Sako Pramuka Pandu Ma’arif NU DKI Jakarta semakin jaya dan benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” tambah Kak H. Sudarto.
Sementara itu, Ketua Sako Pramuka Pandu Ma’arif Nasional Mujiburrohman menyampaikan bahwa semua kader harus bersyukur masih diberi kesempatan bisa berkhidmad untuk NU dan bangsa, melalui Pandu Ma’arif. Karena itu, saya minta Pandu Maarif NU DKI Jakarta, harus memiliki kualitas lebih dibading daerah lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut Kak Mujib-sapaan akrabnya menjelaskan bahwa tantangan hari ini adalah disrupsi digital. Yakni, perubahan fundamental karena munculnya teknologi secara radikal, sehingga memaksa organisasi untuk beradaptasi. “Jadi ini mau tak mau, mendorong kader pramuka untuk berinovasi dan mengembangkan strategi baru agar tetap relevan dengan masa kini,” terangnya.
Dengan kata lain, kata Kak Mujib, Pandu Maarif NU harus meningkatkan kemampuan resources agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat pada saat ini. Namun demikian, disrupsi digital bisa juga menjadi sebuah opportunity. ***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Budiana








