Nasional

Jamaah Ingatkan Membangun NU Bukan Kerja Sambilan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pesta demokrasi warga NU Jakarta akan digelar pada April 2021. Karena Jakarta adalah multi ras dan sekaligus miniaturnya Indonesia, maka mengurus dan membesarkan Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa serampangan, apalagi hanya sekedar menjadi kerja sambilan. Oleh itu perlu keseriusan dan kerja keras guna merawat dan menyejahterakan jamaah Nahdliyin. “Merawat NU itu harus full waktunya, kalau sebagian waktu digunakan untuk mengurus kerja yang lainnya, maka bisa dipastikan NU akan terlantar,” kata Kandidat Ketua PWNU Jakarta, H Tatang Hidayat saat diundang menjadi pembicara dalam acara Musyawarah Alim Ulama yang digelar PCNU Jakarta Pusat di Hotel Acasia, Sabtu (20/3/2021).

Hadir dalam acara tersebut Rais Syuriah KH Kamaludin, Ketua Tanfidiziyyah PCNU Jakpus Syaifuddin, Sekretaris Gus Fuad, serta Kandidat lainnya, yakni Jazilul Fawaid dan Nusron Wahid serta para MWC NU Jakarta Pusat.

Lebih jauh kata H Tatang, niatnya berkhidmad kepada NU, karena lantaran cinta kepada Alim Ulama yang mengembangkan falsafah Ahlussunah waljamaah (Aswaja). Sehingga lembaga -lembaga pendidikan yang selama ini menjadi sumber dan rekrutmen jamaah warga NU perlu dirawat dengan penuh keikhlasan di Jakarta.

“Madrasah-Madrasah yang dikelola orang NU, ratusan majelis taklim yang berhaluan Aswaja Annahdliyah ini jadi potensi yang tinggi untuk dikelola, begitupun dengan Masjid-Masjid yang mengggunakan Qunut,” ungkapnya.

Disisi lain, H Tatang mengapresiasi kegiatan Musyawarah Alim Ulama yang digelar PCNU Jakarta Pusat mengundang sejumlah kandidat terkait makin dekatnya Konferwil PWNU Jakarta. “Dulu, penyelenggaraan PWNU Jakarta, cukup dengan menyelesaikan para Ketua PCNU saja. Nah, sekarang justru melibatkan para MWC-MWC NU dan Ranting NU. Karena itu gagasan dari PCNU Jakpus yang melibatkan para MWC-MWC NU dalam menentukan kandidat PWNU Jakarta, perlu diacungi jempol,” terangnya yang disambut tepuk tangan.

Lebih lanjut Tatang menjelaskan organisasi NU adalah Organisasi yang mandiri, baik SDM maupun secara ekonomi dan lainnya. Karena kekuatan NU berasal dari kemandirian, maka hal ini sangat menguntungkan jika bisa bersinergi dengan Pemda DKI Jakarta. “Kita tahu Jakarta itu memiliki APBD sekitar Rp80 Triliun, itu bisa dimanfaatkan untuk memberdayakan umat Nahdliyin. Siapapun bisa bersinergi dalam membangun umat. Namun dalam partisipasi membangun umat, tetap harus mengikuti aturan yang ada dan tidak boleh melanggar aturan,” pungkasnya. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top