Infrastruktur

Inspektorat Diminta Turun, Kualitas Jembatan Putungsewu Diragukan?

MALANG, SUARAINVESTOR.COM-Proyek infrastruktur Jembatan Petungsewu bernilai ratusan juta rupiah ambruk tergeruk aliran sungai. Padahal jembatan tersebut baru digunakan kira-kira 2 bulan oleh masyarakat, sekitar Desember 2019-Januari 2020.

Berdasarkan informasi, penandatangan kontrak dan pelaksanaan proyek tersebut dilakukan sekitar Agustus-November 2019 dengan pagu anggaran yang tersedia sekitar Rp700 juta.

Oleh karena itu, pihak inspektorat Kabupaten Malang harus turun tangan memeriksa hasil pekerjaan kontraktor tersebut. “Jika hasil pemeriksaan tidak sesuai spek, maka kontraktor harus memperbaiki jembatan tersebut mulai awal lagi,” kata Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto mengutip situs www.beritalima.com, Kamis (30/1/2020).

Lebih lanjut Didik menjelaskan ada dua hal yang perlu diketahui terkait ambruknya jembatan yang baru dibangun tersebut, yakni faktor alam (Force Majeur) dan kondisi konstruksi tanah yang labil. “Tapi itu harus ada penelitian lebih lanjut,” terangnya.

Namun menurut Didik, setiap proyek itu pasti harus sesuai dengan spesifikasi. Namun, apakah pihak pelaksana dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) sudah menghitung secara rinci atas pembangunan jembatan tersebut. Jika tidak sesuai dengan spesifikasi, ini bisa menjadi catatan APIP yakni Inspektorat Kabupaten Malang untuk melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan kontraktor dan DPUBM. “Karena ini masih kewenangan kontraktor pemenang. Dan ini juga bisa menjadi kontrol dari aparat hukum melakukan pemeriksaan terhadap pelaksana pekerjaan, termasuk juga APIP,” imbuhnya.

Pasca banjir bandang yang terjadi pada dua desa pada wilayah kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengakibatkan Jembatan Petungsewu Kecamatan Dau, tersebut jebol dan ambruk. “Jembatan penghubung Desa Gadingkulon dan Selorejo terputus. Padahal jembatan yang terputus tersebut baru selesai dibangun,” tutur salah satu warga desa Selorejo saat melihat langsung lokasi ambruknya jembatan tersebut, Jum’at 31/01/2020.

Menurut warga, padahal ini merupakan proyek dari Dinas PU dan Bina Marga (DPUBM) dengan tahun pengerjaan 2019. Jembatan Petungsewu yang dibangun dengan pagu anggaran senilai 700 juta, pelaksanaannya dikerjakan oleh kontraktor swasta. “Aliran air sungai pada bawah jembatan tersebut, sebenarnya kecil. Namun tiba tiba ambrol gara gara air sungai yang meluap, karena hujan dan banjir bandang,” ujarnya.

Pasca ambrolnya jembatan Petungsewu tersebut, beberapa Muspika kecamatan Dau, bersama ketua DPRD kabupaten Malang Didik Gatot Subroto bersama tim sidak langsung ke tempat ambrolnya jembatan tersebut. Bahkan nampak juga ada beberapa tim Reskrim Polres Malang juga ikut meninjau lokasi tersebut.

Sumber: www.beritalima.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top