Market

Inflasi AS Capai 9,1 Persen di Juni 2022, Lonjakan Tertinggi Sejak 1981

Inflasi AS Capai 9,1 Persen di Juni 2022, Lonjakan Tertinggi Sejak 1981
Ilustrasi Amerika Serikat/Foto: Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Inflasi Amerika Serikat (AS) kembali melesat pada Juni 2022. Departemen Tenaga Kerja AS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) naik 9,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengutip Kompas.com yang dilansir CNBC, Kamis (14/7/2022), laju inflasi AS tersebut sekaligus menjadi lonjakan terbesar sejak 1981 atau dalam 41 tahun terakhir. Harga barang-barang meningkat tajam sepanjang Juni 2022. Adapun untuk inflasi inti AS, yang tidak mencakup gejolak harga komponen makanan dan energi, tercatat naik 5,9 persen secara tahunan. Inflasi inti AS pernah mencapai level tertinggi 6,5 persen pada Maret 2022, namun telah turun sejak itu.

Secara basis bulanan, IHK AS naik 1,3 persen, sementara IHK inti naik 0,7 persen. Kenaikan utamanya karena harga bahan bakar yang melambung hingga 5 dollar AS per galon (sekitar 4,5 liter). “IHK memberikan kejutan lain, dan sama menyakitkannya dengan angka Juni yang lebih tinggi, sama buruknya dengan sumber inflasi yang meluas,” kata Robert Frick, Ekonom korporat di Navy Federal Credit Union. “Meskipun lonjakan IHK dipimpin oleh kenaikan harga energi dan makanan, yang sebagian besar merupakan masalah global, harga pun terus meningkat untuk barang dan jasa domestik, mulai dari tempat tingga, mobil, hingga pakaian jadi,” lanjut dia.

Sektor energi mengalami kenaikan inflasi 7,5 persen secara bulanan, atau melonjak 41,6 persen secara tahunan. Hal ini karena dipicu kenaikan harga bensin sebesar 11,2 persen secara bulanan, atau secara tahunan melonjak 59,9 persen. Pada sektor makanan tercatat mengalami kenaikan inflasi sebesar 1 persen pada Juni 2022. Ini sekaligus menjadi bulan keenam secara berturut-turut makanan naik setidaknya 1 persen.

Lalu biaya listrik tercatat masing-masing naik 1,7 persen secara bulanan dan 13,7 persen secara tahunan. Harga kendaraan baru dan bekas juga naik secara bulanan masing-masing sebesar 0,7 persen dan 1,6 persen.

Sementara biaya tempat tinggal, yang membentuk sekitar sepertiga IHK AS, tercatat naik 0,6 persen secara bulanan, atau naik 5,6 persen secara tahunan. Kenaikan biaya-biaya tersebut menandai bulan yang berat bagi konsumen. Lonjakan inflasi itu mendorong Bank Sentral AS atau Federal Reserve semakin yakin menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan 26-27 Juli 2022.

The Fed telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan bulan ini. Pelaku pasar juga meyakini The Fed akan kembali menaikkan suku bunga dengan agresif guna meredam lonjakan harga dengan mendinginkan permintaan. “Inflasi AS di atas 9 persen, kondisi tekanan harga yang meluas benar-benar mengkhawatirkan bagi The Fed,” kata James Knightley, Kepala Ekonom Internasional ING. “Dengan kondisi pasokan yang menunjukkan sedikit tanda perbaikan, tanggung jawab adalah pada The Fed untuk mengerem melalui suku bunga yang lebih tinggi guna memungkinkan permintaan agar lebih sesuai dengan kondisi pasokan. Ancaman resesi pun meningkat,” tambahnya. ***

Penulis    :   Kompas.com
Editor     :    Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top