Industri & Perdagangan

Industri Pengolahan Rumput Laut Butuh Kebijakan Tata Niaga

Ilustrasi Kemasan Produk Industri/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan pengusaha industri pengolahan rumput laut membutuhkan regulasi atau kebijakan yang bisa menciptakan iklim usaha kondusif. Misalnya, menjaga ketersediaan bahan baku, kestabilan harga rumput laut, dan adanya integrasi sektor hulu-hilir untuk memperkuat rantai pasoknya. “Kunci keberlangsungan usaha industri pengolahan rumput laut, salah satunya adalah tata niaga rumput laut yang baik,” kata Plant Manager PT Hydrocolloid Indonesia, Budhi Sugiharto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Dengan tata niaga yang ketat, kata Budhi, maka dari segi kualitas, rumput laut Indpnesia bisa bersaing. Selain itu, kalau dari segi teknologinya, proses ekstraksi karaginan kita sudah menguasai.

Lebih jauh kata Budhi, perusahaannya mendapatkan bahan baku dari sejumlah wilayah di Sulawesi, Nusa Tenggara Timur dan Maluku. “Kebutuhan rumput laut kami, per tahun sekitar 1800-2000 ton, dengan produksi karaginan mencapai 450-500 ton per tahun,” sebutnya.

Saat ini, PT Hydrocolloid Indonesia memulai diversifikasi produk karaginan untuk memenuhi kebutuhan industri pasta gigi. “Ini pangsa pasarnya cukup besar, karena produknya digunakan setiap hari oleh masyarakat,” imbuhnya.

Bahkan, sambung Budhi lagi, produk karaginan yang digunakan industri pasta gigi dapat mendukung substitusi impor. Karena itu, ihaknya saat ini fokus untuk memproduksi olahan rumput laut berupa karaginan yang digunakan untuk industri pangan.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan, perusahaan lokal ini akan mengembangkan inovasi dalam rangka menambah diversifikasi produknya guna memenuhi kebutuhan industri lainnya. “Dengan basis produksi food grade, kami menerapkan standar yang berlaku dengan memiliki berbagai sertifikasi nasional dan internasional, seperti Halal, Kosher, dan FSSC22000. Kami yakin, produk olahan rumput laut asal Indonesia mampu bersaing di kancah global,” pungkasnya. ***

Penulis  : Iwan Damiri
Editor    : Kamsari

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top