Perbankan

Hingga September 2021, Total Dana PEN Sudah Terserap Rp 411,7 Triliun

Pelaku UMKM Sektor Makanan dan Minuman/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM--Total realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai Rp 411,7 triliun hingga akhir September 2021. Bahkan realisasi itu lebih tinggi dibanding 24 September 2021 sebesar Rp 404,70 triliun. “Realisasi setara dengan 55,3 persen dari pagu Rp 744,77 triliun,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/10/2021).

Menurut Airlangga, realisasi anggaran pada klaster kesehatan sudah mencapai 48,4 persen atau Rp104 triliun dari pagu Rp 214,96 triliun. Secara rinci, aggaran itu digunakan untuk insentif 1,07 juta nakes, santunan kematian 397 nakes, pengadaan 105 juta dosis vaksin, obat dan APD, bantuan iuran JKN untuk 29,29 juta orang, serta pembagian paket obat untuk masyarakat. “Sektor kesehatan itu sebesar Rp 104,1 triliun baik (untuk) diagnosis therapeutic, dan vaksinasi,” ungkapnya

Selain itu, klaster perlindungan sosial realisasinya mencapai Rp 117,3 triliun atau 62,9 persen dari pagu Rp 186,64 triliun. Anggaran digelontorkan untuk bansos, mulai dari PKH hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU). “(Realisasi) perlinsos Rp 117,3 triliun, untuk realisasi program PKH Rp 20,72 triliun atau 73,2 persen. Kartu Sembako Rp 29,21 triliun atau 58 persen, BLT desa sudah naik Rp 14,94 triliun atau 51,9 persen, BSU Rp 5,07 triliun atau 57,7 persen,” ujarnya.

Sementara itu dukungan UMKM dan korporasi terealisasi Rp 68,43 triliun atau 42 persen dari pagu Rp 162,40 triliun. Pemanfaatan anggaran salah satunya ditujukan untuk Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada 12,71 juta usaha.

Adapun program prioritas mencapai Rp 62,5 triliun atau 52 persen dari pagu Rp 117,94 triliun. Sedangkan, realisasi insentif usaha mencapai Rp 59,4 triliun atau 94 persen dari pagu Rp 62,83 triliun. ***

Penulis  : Iwan

Editor   :  Kamsri

BERITA POPULER

To Top