Perbankan

Hingga Akhir 2024, Krom Bank Targetkan Raup Laba Bersih Rp135 Miliar

Hingga Akhir 2024, Krom Bank Targetkan Raup Laba Bersih Rp135 Miliar

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMKrom Bank menargetkan bisa meraup laba bersih sebesar Rp135 miliar pada 2024, atau meningkat dari pencapaian tahun sebelumnya, yakni Rp132,57 miliar. Adapun bahwa laba bersih perseroan hingga Mei lalu telah mencapai Rp52,98 miliar, atau 32,94 persen dari target 2024 ini. “Target kami di akhir tahun berdasarkan RBB (Rencana Bisnis Bank) akan sekitar Rp135 miliar, lebih besar dari tahun lalu,” kata Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, di Jakarta, Selasa, (9/7/2024).

Lebih jauh Anton Hermawan menambahkan hal tersebut didukung oleh meningkatnya transaksi bank digital secara nasional pada kuartal I tahun 2024 yang naik 16,15 persen dari periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Salah satu layanan transaksi perbankan yang paling diminati para pengguna, terutama generasi muda, adalah deposito.  Hal tersebut dikarenakan para pelaku perbankan digital menawarkan bunga tabungan yang cukup tinggi. Pihaknya menawarkan bunga deposito hingga 8,75 persen per tahun. “Jadi, kami masih melihat bahwa potensi pertumbuhan tahunan simpanan perbankan digital itu masih lumayan besar, sampai 5 tahun ke depan mungkin akan naik 50 persen,” ujarnya pula.

Selain itu, Anton menyatakan bahwa Anak usaha Kredivo Group itu tengah berupaya untuk mengembangkan kerja sama channeling pembiayaan, baik dengan sesama anak usaha Kredivo Group maupun pihak-pihak lainnya. Pihaknya kini masih dalam tahap penjajakan mitra channeling dengan beberapa pihak. Menurutnya, diperlukan kehati-hatian dalam memilih mitra channeling agar untuk memitigasi risiko yang mungkin terjadi selama kolaborasi tersebut terjalin. “Kami benar-benar harus tahu semua angka dalam laporan keuangan mereka kenapa bisa begitu, ke mana uang itu beredar, dan sebagainya, kemudian bagaimana cara mereka underwriting, kemudian apakah mereka konsisten,” katanya lagi.

Terdapat sejumlah segmen pihaknya fokuskan dalam channeling pembiayaan nantinya, yakni segmen konsumtif (paylater) serta segmen UMKM (working capital, invoice financing, dan supply chain financing). Terkait tingkat kredit macet atau non-performing loan (NPL), Anton mengatakan bahwa hingga Juni 2024, angka tersebut masih terjaga pada kisaran 3,97 persen. “Itu angkanya yang kami tahan, mudah-mudahan di bawah itu terus. Tetapi, komitmen kami akan menjaga supaya di bawah 5 persen di akhir tahun,” pungkasnya.***

Penulis   : Iwan Damiri
Editor     : Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top