Nasional

Gandeng RIM Papanggo, Paramadina Bangkitkan Semangat Anak-Anak di Kolong Tol Ancol

Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Paramadina menggandeng Rumah Baik RIM Papanggo, Jakarta Utara memberikan semangat belajar dan mimpi anak-anak yatim, dhuafa, serta anak jalanan yang tinggal di kawasan kolong Tol Ancol/Foto: eko

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMUniversitas Paramadina memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib-nasib anak-anak kurang mampu. Karena itu, melalui kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas), dosen dan mahasiswa Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Paramadina menggandeng Rumah Baik RIM Papanggo, Jakarta Utara memberikan semangat belajar dan mimpi anak-anak yatim, dhuafa, serta anak jalanan yang tinggal di kawasan kolong Tol Ancol.

Mengusung tema “Menjadi Hebat, Bermanfaat; Suatu Hari Nanti, Giliran Aku”, kegiatan yang berlangsung pada Minggu (26/7/2026) itu diikuti sekitar 30 anak binaan Rumah Baik RIM Papanggo. Program tersebut menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kepedulian akademisi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Paramadina Hardiansyah mendorong pemerintah agar setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.

Menurut Hardi-sapaan akrabnya bahwa anak-anak yang hidup dalam keterbatasan tetap memiliki potensi besar apabila mendapatkan lingkungan yang mendukung, pendidikan yang baik, dan motivasi untuk terus berkembang. “Setiap anak memiliki hak untuk bermimpi dan mewujudkan cita-citanya. Tugas kita adalah membuka akses, memberikan pendampingan, serta menghadirkan harapan. Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena lahir dalam kondisi yang kurang beruntung,” ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum mengenyam pendidikan formal agar tidak menyerah terhadap keadaan.”Banyak lulusan pendidikan kesetaraan (PKBM) yang berhasil melanjutkan pendidikan tinggi bahkan menjadi wirausaha sukses. Universitas Paramadina juga membuka kesempatan melalui berbagai jalur beasiswa, termasuk bagi siswa berprestasi dan penghafal Al-Qur’an. Yang terpenting adalah menjaga semangat belajar dan terus mengembangkan diri,” kata Hardiansyah.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa bersama dosen menghadirkan berbagai aktivitas edukatif, mulai dari story telling, permainan interaktif, diskusi kelompok, simulasi kewirausahaan, literasi keuangan, penguatan growth mindset, hingga pengenalan fiqh muamalah. Seluruh materi disampaikan melalui pendekatan experiential learning, sehingga anak-anak belajar melalui pengalaman secara langsung.

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah sesi “Pohon Mimpi”. Dalam sesi tersebut, setiap anak menuliskan cita-citanya pada selembar kertas berwarna, kemudian menempelkannya pada gambar pohon yang telah disiapkan panitia. Beragam impian, mulai dari menjadi dokter, guru, polisi, ustaz, hingga pengusaha, memenuhi ranting-ranting pohon sebagai simbol harapan akan masa depan yang lebih baik.

Selain memberikan motivasi, Universitas Paramadina juga menyerahkan santunan dan perlengkapan belajar kepada anak-anak binaan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mereka.

Sementara itu Perwakilan Rumah Baik RIM Papanggo, Mega, mengapresiasi kepedulian Universitas Paramadina yang hadir langsung di tengah anak-anak dari kelompok rentan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga sosial menjadi energi positif untuk membangun optimisme anak-anak agar tetap percaya pada masa depan mereka. “Di antara banyaknya berita yang kurang baik di negeri ini, harapan itu masih ada. Indonesia Emas masih kami usahakan bersama, bersama orang-orang baik yang siap bertumbuh dalam kebaikan. Terima kasih kepada Universitas Paramadina yang telah hadir, berbagi ilmu, motivasi, dan kasih sayang kepada anak-anak kami,” ujar Mega.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Paramadina berharap semangat anak-anak bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang membuka akses pendidikan, memperkuat karakter, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak Indonesia. Sebab, setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan mengubah masa depannya menjadi lebih baik.***

Penulis  : Budiana
Editor    : Budiana

BERITA POPULER

To Top