Market

Geopolitik Belum Mereda, Fraksi PAN Ingatkan Potensi Lonjakan Harga Minyak

Geopolitik Belum Mereda, Fraksi PAN Ingatkan Potensi Lonjakan Harga Minyak
Juru Bicara Fraksi PAN, Ahmad Najib Qodratullah menyerahkan pandangan Fraksi PAN kepada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad terkait Keterangan Pemerintah Atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2025 di Rapat Paripurna DPR,/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pemerintah mengusulkan harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada 2025 sekitar US$75/barel – US$85 USD/barel. Sebagai gambaran, harga ICP per April 2024 telah menyentuh US$87/barel. Namun demikian, Fraksi PAN mengingatkan pemerintah mengantisipasi potensi lonjakan harga minyak mentah yang terlalu tinggi. “Sehingga berimplikasi terhadap peningkatan anggaran subsidi energi serta kenaikan harga BBM non subsidi yang ditanggung oleh masyarakat,” kata Juru Bicara Fraksi PAN, Ahmad Najib Qodratullah saat membacakan pandangan Fraksi PAN terhadap Keterangan Pemerintah Atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2025 di Rapat Paripurna DPR, Selasa 28/5/2024).

Menurut Ahmad Najib-sapaan akrabnya, bahwa usulan pemerintah itu tidak jauh berbeda dibandingkan dengan target dalam APBN 2024 sebesar 82 USD/barel. “Fraksi PAN menilai usulan harga minyak mentah tersebut cukup moderat melihat gejolak geopolitik dan tantangan ekonomi global yang mempengaruhi permintaan minyak bumi saat ini,” ujarnya.

Lebih jauh Anggota Komisi XI DPR itu menyoroti soal lifting minyak bumi 580.000 Bph-601.000 Boh dan lifting gas bumi 1.003 – 1.047 Ribu BSMPH pada 2025. Dengan rentang target produksi minyak bumi tersebut, terdapat indikasi terjadi penurunan produksi minyak bumi dari target APBN 2024 yang dipatok 635 ribu bph.

Berkaca pada realisasi lifting minyak bumi 2024 kuartal I yang hanya mencapai 563 ribu bph, yakni setara 88,5 persen dari target APBN 2024. Sementara lifting gas sebesar 87,7 persen dari target APBN tahun 2024, sehingga masih kurang dari target tahun berjalan 2024. “Fraksi PAN berpandangan bahwa pemerintah harus realistis dalam menentukan pencapaian lifting Migas,” papar Legislator dari Dapil Jabar II.

Fraksi PAN mengingatkan pemerintah bahwa kita memiliki target lifting migas sebesar 1 juta barrel di tahun 2030. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan untuk membuat iklim investasi di sektor migas semakin menarik dan kompetitif.

Disisi lain, Fraksi PAN sangat mengapresiasi capaian kinerja yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo, yang selama ini telah berhasil menyusun dan mengelola APBN secara responsif, adaptif, fleksibel, namun tetap kredibel dan akuntabel, sehingga mampu mencapai perekonomian Indonesia yang lebih kuat dan kompetitif.***

Penulis : Iwan Damiri
Editor  : Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top