Headline

Ditunggu Oktober 2016, Calon Investor Tol Probolinggo-Banyuwangi

JAKARTA-Proyek jalan tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 170,36 km mulai dibuka untuk proses tender atau lelang investasi. Calon investor yang serius dapat mengembalikan dokumen tersebut lengkap dengan persyaratan yang ditentukan. “Kami tunggu sampai 3 Oktober 2016,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna, Jumat (9/9/2016).

Prakualifikasi merupakan tahap paling awal dari proses lelang yang digelar. Oleh karena itu calon investor yang berminat dapat mengambil dokumen lelang. “Proses lelang sudah kita buka. Sekarang sedang tahap pra kualifikasi. Calon investor ambil dokumen lelangnya dulu untuk mereka pelajari,” tambahnya

Diakui Herry, proses pengadaan lahan untuk ruas tol tersebut sebenarnya belum 100%. Namun demikian calon investor tidak pelu khawatir. “Kita ada dukungan dari pemerintah daerah,” ucapnya.

Menurut Herry, lahan akan tersedia begitu proses lelang selesai, mengingat saat ini proses pembebasan lahannya pun terus dikebut. “Alignment (harmonisasi lahan yang akan dilintasi jalan tol) sudah ada sekitar 50 km. Sisanya simultan dengan proses lelang,” paparnya

Dikatakan Herry, jalan tol sepanjang 170,36 km ini akan menelan biaya Rp 20 triliun. “Investasinya kami hitung sekitar Rp 20 triliun,” tegasnya

Dana sebesar itu tidak akan dibebankan sepenuhnya kepada investor, mengingat tingkat pengembalian modal alias internal rate of return (IRR) jalan tol ini memang masih sangat rendah. Sehingga pemerintah akan memberikan dukungan pembangunan untuk meningkatkan daya tarik investasi jalan tol ini.

Herry menjelaskan masih terus berkomunikasi dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) guna mendukung proyek tersebut. Bentuk dukungan yang mungkin diberikan antara lain skema subsidized, built, operate and transfer (SBOT). “Kemungkinannya SBOT,” ucapnya

Artinya porsi dukungan pemerintah akan dikerjakan dan dibiayai oleh investor. Kemudian, pemerintah dengan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) akan membayar biaya pembangunan yang telah ditalangi investor tersebut.

Lebih jauh kata Herry, alon investor akan ditantang memberikan penawaran lelang dengan porsi dukungan pemerintah paling kecil. “Yang menang lelang nantinya adalah mereka yang memberikan penawaran dengan porsi dukungan pemerintah paling sedikit,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top