Nasional

Dituding Lobi MA, Golkar akan Tindak Tegas GMPG

JAKARTA, Promosi doktoral politisi Golkar, Adies Kadir di Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Surabaya, dan Ketum Golkar Setya Novanto hadir dalam pertemuan dengan Ketua Mahkamah Agung (MA) M. Hatta Ali ducirigai Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) sebagai upaya Novanto untuk lolos dari kasus E-KTP.

Tudingan itu membuat Sekjen Golkar Idrus Marham geram. Bahwa tudingan itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Dimana Novanto menghadiri promosi doktor Adies Kadir.
“Jadi, tudingan GMPG itu sudah kelewat, keterlaluan, dan merupakan kejahatan politik yang tidak bisa lagi dotolerir. Karena itu Golkar akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka,” tegas Idrus Marham pada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Golkar pun akan rapat untuk memastikan tindakan tegas tersebut dengan meminta penjelasan dari Adies Kadir dalam pertemuan dengan M. Hatta Ali tersebut. Sebab, pertemuan itu telah ditafsirkan sesuai dengan kepentingan politik tertentu.

Apalagi tudiangan itu melibatkan lembaga negara, yaitu MA. Sehingga bukan saja merusak citra Golkar dan Novanto, tapi juga MA. Sehingga mereka tak bisa dibiarkan.
“Tudingan itu fitnah dan kejahatan politik. Karena itu sudah keterlaluan, maka Golkar harus mengambil sikap tegas pada yang bersangkiutan sesuai dengan peraturan organisasi Golkar (PO),” ujarnya.

Dalam rangka mengakselerasi kerja-kerja Golkar menghadapi pilkada dan pilpres kata Idrus, Golkar tak pernah bicara masalah hukum itu dengan Hatta Ali. Sebab, soal hukum itu merupakan kewenangan majelis hakim dan KPK.

“Golkar menghormati proses hukum, dan sejatinya antar lembaga negara itu harus saling percaya. Jangan ada yang merasa berkuasa sendiri, mempunyai kewenangans sendiri, tapi saling menghormati. DPR menghormati KPK, dan KPK harus menghormati DPR, juga lembaga negara lain. Itulah yang harus dibangun,” ungkap Idrus.

Sebelumnya GMPG pimpinan Ahmad Dolly Kurnia itu mendatangi Golkar, mendaftar 17 elit Golkar bersih, demo dan lain-lain. Tapi, sekarang malah melibatkan MA, tentu sudah keterlaluan. Tak bisa ditolerir lagi. Karena terlalu jauh kata Idrus, maka perlu menerapkan aturan disiplin partai untuk memberikan sanksi.

Soal sanksinya seperti apa menurut Idrus, pihaknya akan rapat dulu. “Sanksi akan dilakukan secara bertahap melalui peringatan satu, dua, dan tiga. Tak langsung,” jelas Idrus lagi.

Sebelumnya Koordinator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Dolly Kurnia mendatangi kantor MA di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (15/8/2017). Kedatangannya untuk menemui Ketua MA Hatta Ali.

Kepada pers, Dolly mengatakan, tujuan kedatangannya menemui Hatta Ali untuk mengonfirmasi sekaligus melakukan klarifikasi soal pertemuan Ketua MA dengan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR, Setya Novanto.

Menurut dia soal pertemuan Ali dan Novanto dalam suatu sidang disertasi di universitas 17 Agustus 45 di Surabaya. Dimana, Hatta Ali dan Novanto menjadi penguji pada sidang disertasi tersebut.

Untuk itu GMPG mempertanyakan mengapa Novanto yang disebutnya bergelar Magister Manajemen (MM), bisa menjadi penguji di sidang doktor. Apalagi, kata dia, sidang pengujian itu untuk bidang ilmu hukum yakni disertasi hakim. “Itulah yang menimbulkan kecurigaan,” kata Dolly.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top