BALIKPAPAN, SUARAINVESTOR.COM-Berbagai sinergi kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui reformasi struktural terus dilakukan. Hal ini bisa dapat memberikan multiplier effect terhadap kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, misalnya saja Kalimatan Timur yang indikator kesejahteraannya pada 2021 menunjukkan tren positif. “Bahkan kinerja penyaluran kredit Kaltim 2021 mulai tumbuh positif sejalan dengan perbaikan kinerja perekonomian Kaltim,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto kepada suarainvestor.com, Selasa (22/2/2022).
Pada tahun 2022, Dito memperkirakan kinerja penyaluran kredit Kaltim tetap mampu melanjutkan tren positif seiring dengan prakiraan terus membaiknya kinerja perekonomian di seluruh sektor di Kalimantan Timur. Hal ini dengan asumsi bahwa kasus Covid-19 pasca varian Omicron dapat terkendali serta berkurangnya pembatasan kegiatan di berbagai sektor ekonomi. “Dukungan bagi dunia usaha baik itu melalui penyaluran kredit Ultra Mikro, KUR, dan Non-KUR bagi UMKM,” ujarnya lagi.
Lebih jauh Dito menjelaskan pembiayan bagi korporasi di Kalimantan Timur tetap akan didukung oleh Pemerintah melalui kebijakan PEN, Bank Indonesia melalui kebijakan moneter dan sistem pembayaran, OJK melalui kebijakan stimulus di sektor jasa keuangan, dan Perbankan Himbara serta Jamkrindo. “Selain itu, reformasi struktural dan reformasi fiskal diharapkan dapat memberikan peningkatan nilai tambah perekonomian Kalimantan Timur,” ucap Politisi Golkar.
Di tahun 2022, kata orang dekat Airlangga Hartarto, dengan melihat berbagai indikator tersebut, pihaknya optimis perekonomian Kaltim pada 2022 tumbuh lebih tinggi dibandingkan 2021 yang didorong oleh semakin pulihnya aktivitas masyarakat di Kaltim dan ditopang vaksinasi yang kian masif serta peningkatan kinerja industri pengolahan dan konstruksi.
Menurutnya, momentum pemulihan ekonomi domestik terus menguat sepanjang tahun 2021. Pertumbuhan PDRB tahun 2021 Kaltim Timur mencapai 2,48 persen (yoy). Dari sisi kontribusi komponen pengeluaran, net-ekspor memiliki kontribusi terbesar dengan 49,38 persen dan 30,24 persen, sedangkan pengeluaran pemerintah berkontribusi sebesar 3,94 persen.
Selain itu, Dito mengungkapkan bahwa akselerasi pelaksanaan vaksinasi dan penerapan PPKM menjadi kunci keberhasilan menekan penyebaran Covid-19. Inflasi Kaltim pada Desember 2021 tercatat 2,15 persen (yoy), relatif terus mengalami peningkatan selama tahun 2021. Hal ini menandakan daya beli/konsumsi masyarakat tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19. selain itu, kebijakan pemerintah melalui jaring pengaman sosial berupa bantuan langsung tunai maupun non tunai berdampak positif pada perekonomian masyarakat.
Dito menyebut bahwa indikator kesejahteraan Kaltim tahun 2021 menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2021 tercatat pada angka 76,88. Kemudian, tingkat kemiskinan tahun 2021 sebesar 6,27 persen, mengalami penurunan sebesar 0,37 persen. Tingkat pengangguran terbuka Kaltim tahun 2021 tercatat pada periode Agustus 2021 mengalami penurunan menjadi 6,83 persen. ***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Kamsari








