Market

Dito Optimis Perbaikan Ekonomi Jateng Berlanjut Hingga 2022

Dito Optimis Perbaikan Ekonomi Jateng Berlanjut Hingga 2022
Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto/Foto: Partai Golkar

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto optimis perbaikan perekonomian Jateng pada 2022 diperkirakan akan terus berlanjut dibanding 2021. Hal ini tercermin dari berbagai indikator seperti Prompt Manufacturing Index (PMI) dan perkembangan indeks penjualan ritel yang terus menunjukkan perbaikan. “Karena itu, kami yakin Jateng akan mengalami pertumbuhan yang akan semakin meningkat ke depannya,” kata kepada wartawan di Jakarta, (20/12/2021).

Dito menilai Pemprov Jawa Tengah lebih mengedepankan sinergi dan inovasi dalam mendorong investasi. Ditambah lagi, pengembangan sektor pendukung ekspor dan substitusi impor, pariwisata, serta pengembangan infrastruktur.

Lebih jauh Bendahara umum Partai Golkar ini mengungkapkan realisasi alokasi anggaran APBD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sampai dengan triwulan III 2021 mengalami peningkatan. Hal ini sejalan dengan upaya percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Peningkatan realisasi belanja APBN ini juga didorong oleh pengerjaan proyek-proyek strategis nasional (PSN) tahun 2020 yang sempat tertunda di Jateng. “Proyek-proyek yang tertunda tersebut antara lain tol Solo-Jogja, KRL Solo-Jogja, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) oleh Akuo Energy, Kawasan Industri Batang, dan tol Semarang-Demak,” paparnya.

Politisi Partai Golkar ini menyebut inflasi di Jateng sebesar 1,28 persen (year of year/yoy) pada triwulan III 2021, tingkat inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,25 persen (yoy). Peningkatan tekanan inflasi pada triwulan ini terutama disebabkan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau, serta kelompok pendidikan. “Stabilitas sistem keuangan Jateng pada triwulan III 2021 relatif melambat dibandingkan triwulan II-2021 demikian halnya dengan kinerja perbankan yang secara umum melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Dikatakannya, beberapa indikator perbankan di Jateng yaitu penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), Non-Performing Loan (NPL), dan aset mengalami perlambatan kinerja, sementara penyaluran kredit mulai meningkat,” jelas Dito.

Selanjutnya, Legislator dari Dapil Jateng VIII, terkait pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dan daerah serta tindak lanjut dan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan di Jateng, berharap agar dapat meningkatkan tata kelola pelaksanaan keuangan negara dan memberikan manfaat terhadap perekonomian dan pembangunan di provinsi Jateng.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan provinsi Jateng Midden Sihombing melaporkan pertumbuhan sektor dominan Kanwil DJP Jateng I dan II masih sejalan dengan pertumbuhan PDRB Jateng. Terdapat 5 sektor dominan yang memegang peranan sebesar 83 persen dari total penerimaan Kanwil DJP Jateng I dan Jateng II diantaranya sektor industri pengolahan, perdagangan, administrasi pemerintahan, jasa keuangan, dan konstruksi. “Dari sisi penerimaan pajak Kanwil DJP Jateng I dan II, realisasi penerimaan Januari-November 2021 sebesar Rp33,89 triliun atau tumbuh 1,49 persen.

Secara umum pertumbuhan sektor-sektor dominan di Kanwil DJP Jawa Tengah I & II sudah inline dengan pertumbuhan PDRB kecuali pada Sektor Jasa Keuangan. Jasa Keuangan mengalami penurunan cukup dalam disebabkan oleh dampak kebijakan pergeseran administrasi perpajakan WP,” ujar Midden dalam laporannya kepada Komisi XI DPR RI. Berdasarkan berita resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, diketahui ekonomi Jateng kumulatif sampai triwulan III 2021 tumbuh 2,56 persen (yoy) dimana pertumbuhan ini didorong oleh hampir semua sektor usaha baik dari sisi produksi, ekspor-impor barang dan jasa serta sisi pengeluaran atau komsumsi masyarakat. ***

Penulis    :   Iwan Damiri
Editor      :   Kamsari

BERITA POPULER

To Top