Market

Ditanya Kemungkinan Mendag Direshufle, Nasim Khan Hanya Pasrah

Ditanya Kemungkinan Mendag Direshufle, Nasim Khan Hanya Pasrah
Anggota Komisi VI DPR, Nasim Khan/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kasus kelangkaan minyak goreng membuat citra pemerintah makin anjlok. Apalagi 2 kali Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mangkir dalam rapat kerja gabungan dengan sejumlah komisi DPR. Bahkan terdengar sayup-sayup, Mendag bakal terkena reshuffle kabinet.

“Saya tak mau komentar soal itu, inikan rapat internal. Saya tidak bisa membuka,” kata Anggota Komisi VI DPR Nasim Khan saat ditanya suarainvestor.com, usai rapat internal Komisi VI DPR yang dipimpin Faisol Reza dan Gde Sumarjaya Linggi, Jakarta, Rabu (16/3/2022).

Seperti diketahui Mendag Muhammad Lutfi masuk dalam kabinet Jokowi-Maruf sebagai hasil kocok ulang dan rekomendasi dari Ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Kinerja Mendag menjadi sorotan masyarakat, lantaran belum mampu meredam gejolak harga minyak goreng yang langka di pasaran.

Saat didesak lagi soal nasib Muhammad Lutfi ke depan, Nasim Khan, hanya angkat tangan dan tak mau berkata-kata lagi. “Ok ya, saya ada rapat lagi dengan pimpinan Fraksi PKB,” ujarnya sambil buru-buru meninggalkan lorong Komisi VI DPR.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengakui persoalan ruwetnya minyak goreng ini sudah tangan Presiden Jokowi. “Saya lihat persoalan minyak goreng sudah diambil alih Presiden melalui ratas dan kemarin sudah ada statement dari Kapolri yang kita apresiasi bahwa Kapolri kemudian menjamin dan memerintahkan kapolda-kapolda supaya minyak goreng di setiap daerah harus ada,” ujarnya di DPR, Rabu (16/2/2022).

Pihaknya, kata Dasco, menunggu perkembangan selanjutnya terkait kehadiran Mendag di DPR. “Karena sudah diambil alih Presiden dan dilaksanakan oleh Kapolri, maka jadwal pemanggilan ketiga Mendag itu sedang dikonsolidasikan oleh kawan-kawan sambil melihat perkembangan lapangan,” terangnya. ***

Penulis   :    Arpaso
Editor     :   Kamsari

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top