JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kondisi ekonomi Indonesia yang terus memprihatinkan membuat masyarakat semakin khawatir. Apalagi posisi rupiah masih tertekan Rp17.000 lebih dan Indeks Saham yang terus anjlok menjadi sorotan publik. “Presiden Prabowo perlu mendorong agar Tim ekonomi lebih keras lagi untuk bekerja,” kata Wakil Ketua umum Partai Golkar Idrus Marham ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Saat ditanya apakah Tim ekonomi saat telah gagal, Idrus terkesan mengelak dan menjawab diplomatis. “Berikan dulu kesempatan kepada Tim ekonomi bekerja dengan berbagai langkah dan kebijakan yang telah diputuskan. Jangan dikatakan gagal,karena mereka masih bekerja dengan berbagai variabel yang mempengaruhinya,” ujarnya.
Masalah Rupiah dan IHSG itu, kata Idrus, tidak berdiri sendiri dan banyak dipengaruhi berbagai faktor. “Kondisi perang Timur Tengah dan gejolak harga minyak dunia menjadi variabel penting yang ikut mempengaruhi. Jadi berikan waktu kepada Tim ekonomi untuk fokus bekerja,” paparnya.
Namun demikian, sambung Idrus, pihaknya setuju dengan langkah evaluasi total ke depan, setelah tugas-tugas yang diberikan oleh Presiden Prabowo kepada Tim ekonomi diselesaikan dengan bauran kebijakan. “Ya, mungkin nanti setelah 6 bulan ke depan, bisa dievaluasi total. Kalau sekarang kan presiden baru memberikan arahan,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto kembali memanggil sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di bidang ekonomi dan pejabat negara lainnya, salah satunya membahas pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Khusus Ekspor.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan dirinya mendapat undangan makan siang bersama Presiden Prabowo sekaligus melaporkan terkait Badan Ekspor. “Ini mau lapor mekanismenya (Badan Ekspor),” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (21/6/2026).
Rosan menyebut belum bisa memberikan informasi lebih rinci terkait laporan yang akan disampaikan kepada Presiden Prabowo. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kehadirannya di Istana Presiden adalah untuk memenuhi undangan makan siang. Sebagai persiapan, Agus juga telah menyiapkan beberapa laporan yang akan disampaikan kepada Presiden Prabowo. “Haruslah, sebagai menteri kan harus siap. Kalau diperlukan kan harus dilaporkan,” ujar Agus.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut membawa laporan untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo, salah satunya terkait dengan manipulasi nilai dalam dokumen perdagangan ekspor-impor. “Selalu buat jaga-jaga, kalau ditanya jangan sampai nggak bisa. Ada studi itu, yang saya sebutin kemarin,” ucapnya. Sejumlah menteri yang juga hadir memenuhi panggilan Presiden Prabowo, yakni Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.***
Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono








