JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) makin mendalami dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dalam proyek digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023. Pada awal pekan ini, penyidik memeriksa petinggi PT Smartweb Indonesia Kreasi untuk dimintai keterangan guna melengkapi berkas penyidikan. “Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, atas nama DR selaku Komisaris PT Smartweb Indonesia Kreasi,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Pemeriksaan terhadap Dian Rachmawan menambah panjang daftar saksi yang dipanggil lembaga antirasuah tersebut untuk membongkar sengkarut proyek strategis yang menelan biaya mencapai Rp3,6 Triliun. Proyek yang dikerjakan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk ini mencakup pengadaan sekitar 23 ribu unit mesin Electronic Data Capture (EDC) serta Automatic Tank Gauge (ATG) atau alat pengukur volume bahan bakar untuk lebih dari 5.000 SPBU.
Hingga saat ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka sejak penyidikan dimulai pada September 2024. Ketiga tersangka tersebut terdiri dari dua penyelenggara negara asal PT Telkom yang berinisial DR dan W, serta satu pihak swasta yaitu Direktur PT Pasifik Cipta Solusi (PCS), Elvizar. Informasi yang dihimpun 3 orang diduga tersangka adalah Direktur Enterprise & Bussines Service PT Telkom periode 2017-2019, Dian Rachmawan (DR); SGM SSO Procurement PT Telkom Indonesia periode 2012 – 2020, Weriza (W); Direktur PT Pasific Cipta Solusi Elvizar (E).
Untuk memperkuat bukti-bukti dugaan rasuah, penyidik sebelumnya juga telah menyita sejumlah dokumen penting terkait proses klarifikasi dan negosiasi pengadaan mesin EDC dari petinggi PT PCS. Langkah tersebut beriringan dengan proses audit yang sedang berjalan. Saat ini, KPK berkoordinasi secara intensif dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) guna merampungkan perhitungan kerugian keuangan negara yang diduga mencapai triliunan rupiah. Tim gabungan dari kedua lembaga bahkan telah melakukan pengecekan lapangan (sampling) secara maraton terhadap mesin-mesin EDC yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Banten.***
Penulis : Hery Lazuardi
Editor : Hery Lazuardi








