Industri & Perdagangan

Covid-19 Diprediksi Lama, Pemerintah Didesak Mobilisasi BUMN Pangan

Deddy Sitorus/Suarainvestor.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus mendesak pemerintah segera memobilisasi BUMN pangan agar melakukan kerja ekstra.

Karena Presiden Jokowi sudah memberikan sinyal pandemi Covid-19 bisa berakhir Desember 2020. “Jadi, kita perlu tanam sebanyak mungkin bahan pangan dan mengumpulkan alternatif bahan pangan,” katanya dalam rapat virtual yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima dengan Dirut Perum Bulog, Budi Waseso, Dirut RNI Eko Taufik Wibowo, Dirut Sang Hyang Sri Wawan Gunaro di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Lebih jauh Deddy mengaku cemas dengan kondisi pandemi Covid-19 yang berlangsung panjang. Karena itu dalam jangka pendek ini, harus ada langkah konkret. “Saya concern bahwa dalam waktu 6 bulan jika tidak ada perubahan maka kita tidak mungkin impor pangan,” tambahnya.

Jadi, kata anggota Fraksi PDIP, BUMN pangan harus segera ada aksi untuk alternatif ketika tidak ada supply.
“Tanam jagung sebanyaknya, kentang, talas, singkong, dan lain-lainnya lalu dijadikan stok/lumbung. Mungkin ini kesempatan agar kita bisa segera mengubah kultur konsumsi beras,” ungkapnya.

Menyinggung soal pernyataan Dirut Perum Bulog Budi Wasesa yang menyatakan panen padi tidak merata beberapa daerah, Deddy menyarakan agar pemerintah segera memikirkan cara menutup kekurangan tersebut. “Ya harus pikirkan, cara menutup selisihnya atau siapkan pangan alternatif ,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirut Perum Bulog Budi Wasesa menegaskan Bulog sekuat tenaga menghindari impor beras. Karena itu, pihaknya menyerap sebanyak mungkin gabah-gabah petani dari dalam negeri.  “Kita harapkan dalam situasi yang tidak normal ini, produksi padi tetap tinggi. Meski ada beberapa daerah yang panennya tidak merata. Namun stok cukup, jadi tak perlu impor beras,” terangnya.

Beberapa tempat dan wilayah yang panennya kurang maksimal, kata Budi, hal ini karena ada serangan hama padi. “Jadi itu, kita lihat beberapa daerah daerah yang produksinya tak memenuhi kuota. Namun begitu ada pula, wilayah lain yang surplus,”imbuhnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top