Industri & Perdagangan

Hadapi Krisis Pangan Akibat Covid-19, Komisi VI DPR Minta Fokus Produksi Ayam dan Ikan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Untuk menghadapi krisis pangan akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19, Komisi VI DPR RI meminta pemerintah melalui institusi terkait segera menyiapkan dan menerapkan kebijakan strategis. Salah Satunya meningkatkan produksi ayam dan ikan.

Desakan tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) secara virtual antara Komisi VI DPR bersama Direktur Utama Perum Bulog, Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia (PT. RNI), Direktur Utama PT. Berdikari, Direktur Utama PT. Sang Hyang Seri dan Direktur Utama PT. Pertani, Senin (20/4/2020).

“Mungkin ini perlu dibicarakan peningkatan produksi protein dari ayam dan ikan. Karena ini benar-benar bisa mengurangi impor,” ucap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih (Demer).

Politisi Partai Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Bali itu berharap institusi pemerintah terkait dapat meningkatkan produksi ayam dan ikan yang dinilai mampu mencukupi kebutuhan pangan untuk ketahanan nasional.

Wakil Ketua Komisi VI DPR lainnya Aria Bima menyambut baik desakan dari rekan sejawatnya itu. Menurutnya, produksi ayam dan ikan dinilai paling solutif untuk menguatkan ketahanan nasional dari sektor ketahanan pangan.

“Untuk produksi ayam dan ikan, itu paling solutif. Apalagi ikan karena kita tidak membesarkan ikan. Tinggal ambil saja di laut karena ikan sudah dibesarkan oleh Tuhan. Oleh karena itu, kami berharap peran dari dari PT. RNI, PPI dan Bulog, untuk menjadikan solusi ini penting disiapkan,” ucap Aria Bima.

Lebih jauh, Politisi dari PDI Perjuangan itu meminta kepada Kementerian BUMN untuk menyusun roadmap dengan melakukan sinergi antar BUMN pangan dalam mewujudkan strategi untuk perbaikan kinerja perusahaan seraya berintegrasi mewujudkan kedaulatan pangan.

‘Diperlukan percepatan, kemandirian dan kedaulatan pangan yang mampu memanfaatkan aset dan infrastruktur yang ada dengan melakukan orkestrasi dan meningkatkan kerjasama semaksimal mungkin untuk mewujudkan percepatan kedaulatan pangan,” ujarnya.

Komisi VI DPR RI juga meminta BUMN Pangan menyusun dan mengimplementasikan strategi secara terintegrasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan, dalam arti ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, keamanan pangan, kemandirian dan kelangsungan pangan yang terjamin.

“Saya berharap, klaster BUMN Pangan ini betul-betul tidak sekedar reaktif tetapi sangat antisipatif untuk melakukan berbagai antisipasi dengan data-data yang sekarang ini ada. Kemampuan untuk mendeteksi daerah-daerah yang rawan pangan ini menjadi penting sekali. Kita tidak bisa menempatkan wilayah Indonesia yang demikian luas dengan jumlah penduduk 260 juta penduduknya ini dalam suatu situasi kondisi ketersediaan dan keterjangkauan pangan yang sama,’ tegasnya.

Menurutnya, PT. Bulog, PPI, maupun RNI harus mampu berpikir agar bagaimana situasi wilayah zona merah rawan pangan ini menjadi skala prioritas didalam menyusun roadmap BUMN tersebut.

Dari 11 kesimpulan yang ada, salah satu butir kesimpulannya Komisi DPR yang membidangi BUMN dan Perdagangan itu meminta PT. Rajawali Nusantara Indonesia (PT. RNI) selaku koordinator kluster pangan untuk segera melakukan pemetaan dan antisipasi kelangkaan pangan.

“Komisi VI DPR RI meminta NRI sebagai koordinator cluster pangan BUMN untuk melakukan pemetaaan dan antisipasi kelangkaan pangan, baik dalam hal ketahanan pangan (impor) maupun kedaulatan pangan (penanaman massal dan penyiapan bahan pangan alternatif). Termasuk dalam melakukan inovasi maupun penggalangan pendanaan pemerintah dan sumber keuangan lainnya,” ucap Aria Bima membacakan salah satu kesimpulan Komisi VI DPR.

Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia (PT. RNI) Eko Taufik Wibowo mewakili pimpinan BUMN Pangan menegaskan kesiapannya menjalankan rekomendasi Komisi VI DPR RI tersebut.

“Baik pak. Kami akan melaksanakannya secara optimal. Siap pak,” ucap pimpinan BUMN yang bergerak di bidang agroindustri, farmasi, dan perdagangan itu.(har)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top